Jakarta – Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan tengah hari ini, Kamis (30/7/2026).
Mata uang Garuda mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,01% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah kini bertengger di level Rp 18.071 per dolar AS.
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 18.073 per dolar AS.
Tren penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang cukup variatif.
Kinerja rupiah hari ini sejalan dengan beberapa mata uang regional lainnya yang juga berada di zona hijau.
Won Korea memimpin penguatan di kawasan Asia dengan kenaikan sebesar 0,26%.
Yuan China menyusul dengan apresiasi sebesar 0,09% terhadap dolar AS.
Selain itu, rupee India mencatatkan penguatan sebesar 0,02%.
Ringgit Malaysia juga terpantau menguat tipis sebesar 0,01% bersamaan dengan rupiah.
Kondisi berbeda justru dialami oleh sejumlah mata uang utama Asia lainnya yang tertekan oleh dolar AS.
Baht Thailand mencatat pelemahan paling signifikan di kawasan sebesar 0,32%.
Dolar Taiwan menyusul dengan koreksi sebesar 0,28%.
Sementara itu, dolar Singapura melemah sebesar 0,06%.
Yen Jepang turut terdepresiasi sebesar 0,04%.
Dolar Hong Kong dan peso Filipina masing-masing mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,01% dan 0,003%.
Pergerakan mata uang regional ini merespons posisi indeks dolar yang cenderung menguat.
Data pasar menunjukkan indeks dolar berada di level 100,92.
Angka tersebut naik dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level 100,88.
Indeks dolar sendiri merupakan indikator yang mengukur kekuatan nilai tukar dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia lainnya.
Kenaikan indeks dolar biasanya memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Namun, rupiah berhasil mempertahankan posisi stabil di tengah fluktuasi pasar global siang ini.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh aktivitas di pasar modal domestik yang mencatatkan kinerja positif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 0,93% ke level 6.147 pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Sejumlah saham emiten besar seperti VALE, MDKA, dan JPFA tercatat sebagai top gainers dalam indeks LQ45.
Kombinasi antara penguatan IHSG dan ketahanan nilai tukar rupiah menjadi sinyal optimisme investor di pasar keuangan Indonesia.
Para pelaku pasar saat ini masih terus memantau arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
Kebijakan suku bunga global tetap menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan mata uang di pasar spot.
Hingga penutupan sesi pertama, stabilitas rupiah masih menjadi fokus utama para pelaku pasar valuta asing nasional.
























