Jakarta – Pemerintah sukses menggelar pasar murah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/3). Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sekitar 100 ribu paket bantuan pangan disalurkan dengan harga terjangkau. Pemerintah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan pasar murah bukan hanya sarana distribusi bantuan. Lebih dari itu, menjadi momentum berbagi kebahagiaan setelah Lebaran.
“Untuk satu kupon senilai Rp500 ribu, sebesar Rp300 ribu berupa sembako, sementara Rp200 ribu dapat ditukarkan dengan produk UMKM,” ujar Teddy, Senin (30/3).
Program ini melibatkan berbagai instansi pemerintah dan BUMN sektor pangan. Bulog, ID FOOD, dan PT Berdikari turut menyediakan pasokan bahan pokok dan protein hewani.
Bantuan yang diberikan meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, sarden, hingga produk protein hewani. Tujuannya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Selain distribusi pangan, pasar murah juga menghadirkan hiburan rakyat. Ada doorprize 1.000 sepeda dan 100 motor listrik, serta panggung musik terbuka.
Kegiatan ini diharapkan meningkatkan daya beli dan menggairahkan aktivitas ekonomi rakyat.
Distribusi bantuan dilakukan di lima titik pembagian sembako. Partisipasi ini wujud komitmen memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan berdampak positif pada stabilitas harga. Selain itu, menjaga inflasi pangan, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat pasca Lebaran.
Pasar murah di Monas menjadi contoh sinergi pemerintah dan BUMN dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.





















