Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali bulan Juli 2026 dengan performa positif setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam selama tiga hari perdagangan terakhir di bulan Juni.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks acuan nasional tersebut ditutup menguat 0,92 persen atau naik 51,9 poin ke level 5.695,11 pada Rabu, 1 Juli 2026.
Rebound ini sekaligus memutus tren negatif yang sempat membayangi pasar modal domestik dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Pergerakan indeks sepanjang hari terpantau cukup fluktuatif dengan rentang pergerakan antara level terendah 5.607 hingga menyentuh level tertinggi 5.737.
Sentimen positif di pasar domestik terlihat dari dominasi saham-saham yang berhasil parkir di zona hijau.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 378 saham mengalami kenaikan harga di tengah sesi perdagangan yang berlangsung dinamis.
Sementara itu, sebanyak 248 saham tercatat mengalami pelemahan dan 157 saham lainnya berakhir stagnan di level harga penutupan sebelumnya.
Antusiasme pelaku pasar tercermin dari tingginya volume transaksi yang mencapai 18,68 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh investor di lantai bursa mencapai Rp 10,28 triliun.
Kendati IHSG berhasil bangkit, tekanan dari arus modal keluar atau capital outflow dari investor asing masih menjadi tantangan serius.
Investor asing terpantau masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 577,79 miliar di seluruh pasar.
Aksi lepas saham oleh investor asing ini menambah daftar panjang tekanan jual yang telah mencapai akumulasi Rp 60,2 triliun sejak awal tahun 2026.
Sektor perbankan menjadi target utama aksi jual investor asing pada perdagangan hari ini.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin daftar net sell asing dengan nilai penjualan mencapai Rp 352,4 miliar.
Di posisi kedua terdapat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih sebesar Rp 246,68 miliar.
Selanjutnya, investor asing juga melepas saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 92,65 miliar.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan catatan net sell asing senilai Rp 73,7 miliar.
PT Astra International Tbk (ASII) juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp 32,28 miliar.
Daftar sepuluh saham dengan net sell asing terbesar lainnya meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 22,9 miliar.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat net sell senilai Rp 17,49 miliar.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berada di angka Rp 16,04 miliar.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp 12,53 miliar.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menutup daftar sepuluh besar dengan nilai jual bersih Rp 10,94 miliar.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati sentimen lanjutan untuk perdagangan Kamis, 2 Juli 2026 guna mengantisipasi potensi koreksi teknikal setelah penguatan hari ini.






















