Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia menyarankan pengisian BBM untuk mobil pribadi dibatasi maksimal 50 liter per hari.
Pembatasan ini rencananya akan diimplementasikan melalui fitur barcode di aplikasi MyPertamina.
“Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter itu tanki sudah penuh satu hari. Kita akan mendorong ke sana,” ujar Bahlil dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3).
Bahlil menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam situasi saat ini. Salah satunya dengan mengisi BBM secara bijak dan tidak berlebihan.
“Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” jelasnya.
Namun, pembatasan 50 liter per hari tidak berlaku untuk angkutan umum.
“Untuk 50 liter per mobil tidak berlaku untuk angkutan trayek, angkutan umum bus. Pasti lebih dari itu. Standar saja,” kata Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa cadangan BBM Indonesia saat ini berada di atas standar minimum nasional. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan (panic buying).
“Baik itu solar maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk dengan elpiji. Artinya, sekalipun ketegangan geopolitik yang belum tahu kapan selesainya dan negara lain sudah melakukan efisiensi,” ujarnya.
Krisis energi global saat ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah, yang bermula dari serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran pada 28 Februari.
Serangan balasan dari Iran dan penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperparah situasi, menyebabkan harga minyak global melonjak hingga menembus US$100 per barel.
Beberapa negara telah mengambil langkah-langkah untuk menghemat BBM, seperti menerapkan kebijakan bekerja dari rumah dan membatasi pembelian BBM.




















