Yogyakarta – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi 30 ribu posisi manajer Koperasi Merah Putih dan 5.476 pegawai bagi Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Pendaftaran untuk seluruh posisi tersebut dibuka mulai 15 hingga 24 April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan melalui jalur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hal ini dilakukan guna memastikan rekrutmen berjalan bersih tanpa praktik titipan.
“Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada pihak yang menjamin kelulusan,” ujar Zulkifli Hasan di Yogyakarta, Kamis malam, 16 April 2026. Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak memungut biaya apa pun agar setiap warga memiliki kesempatan yang setara.
Inisiatif pembentukan Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden Prabowo untuk mentransformasi desa menjadi pusat kekuatan ekonomi mandiri. Pemerintah berupaya memastikan perputaran ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada segelintir kelompok, tetapi dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat kedaulatan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir. Zulkifli Hasan mengimbau agar kepentingan politik dikesampingkan demi prioritas penguatan ekonomi rakyat.
Selain aspek sumber daya manusia, pemerintah juga berkomitmen membangun infrastruktur penunjang di Kampung Nelayan. Salah satu langkah konkretnya adalah pembangunan pabrik es dan penyediaan fasilitas mesin pendingin atau cold storage.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan laut lebih lama. Dengan demikian, daya tawar nelayan saat menjual produknya di pasar dapat meningkat secara signifikan.
“Nelayan akan kita bangunkan pabrik es agar hasil tangkapannya punya daya tawar,” tutup Zulkifli Hasan.























