Pantau – Kementerian Ekonomi Kreatif RI mengirim empat startup ke Jepang lewat program BEKUP Global Scale Up 2026 bersama Kumpul untuk membuka peluang pasar baru dan mempertemukan kekayaan intelektual teknologi Indonesia dengan investor global.
Pengiriman empat startup itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong IP Indonesia menembus pasar internasional melalui ajang SusHi Tech Tokyo 2026 yang digelar pada 27-29 April 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan momentum ini menjadi kebanggaan sekaligus wujud dukungan pemerintah agar IP Indonesia makin dikenal dunia.
“Tentu ini sebuah kebanggaan sebagai yang Pak Presiden Prabowo inginkan bagaimana IP Indonesia semakin mendunia. Dan di sini ada empat kesempatan dan ini konsisten dengan apa yang terus kami lakukan, bagaimana dukungan kita agar IP-IP Indonesia semakin mendunia,” ujarnya.
Empat startup yang dibawa ke ajang tersebut adalah Bell Living Lab, IJO, Spun, dan Gapai. Bell Living Lab mengolah ampas kopi menjadi produk fashion dan furnitur. IJO mengembangkan pupuk serta pestisida berbasis rumput laut. Spun menawarkan layanan pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan. Sementara Gapai menyalurkan tenaga kerja berbasis keterampilan ke sejumlah negara.
Keempat startup itu disiapkan untuk memamerkan produk, mencari peluang bisnis, memperluas pasar, serta menjalin kemitraan dan investasi internasional melalui pertemuan dengan investor global.
Riefky menegaskan, kesiapan strategi bisnis menjadi kunci agar produk dan layanan yang dibawa sesuai dengan karakter pasar negara tujuan. Ia juga menilai kemampuan bercerita atau storytelling dari IP sangat penting untuk menarik minat investor.
“Target outputnya adalah kerja sama bisnis, apakah untuk memperluas pasar dari produk-produk teman-teman ini atau mungkin bertemu dengan bisnis partner yang juga bisa memberikan investasinya untuk membesarkan bisnis dari empat start up ini,” katanya.
Founder dan Chairperson Kumpul Faye Wongso berharap keikutsertaan empat startup tersebut tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga mendorong kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Jepang.
“Jadi ada perluasan pasar tentunya, tapi kita juga berharap bisa ada kerja sama-kerja sama juga yang bisa meningkatkan teknologinya kita dan investasi,” ujarnya.
SusHi Tech Tokyo 2026 merupakan forum investor global yang fokus pada inovasi teknologi berkelanjutan.
Sebelumnya, Kementerian Ekonomi Kreatif juga aktif mendukung talenta kreatif Indonesia tampil di panggung internasional, termasuk ajang gim di Jerman dan Comicon Singapura, untuk memperkuat pengenalan IP nasional di tingkat dunia.





















