Purbaya Siapkan Haji, Doakan Ekonomi Indonesia Menguat

persen

purbaya-mau-naik-haji,-ingin-doakan-ekonomi-ri-makin-kuat
Purbaya Mau Naik Haji, Ingin Doakan Ekonomi RI Makin Kuat

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana berangkat haji pada 21 Mei 2026. Saat ini, ia masih menjalani sejumlah persiapan, termasuk pembekalan agar bisa menunaikan ibadah di Tanah Suci dengan baik.

“(Berangkat tanggal) 21 kalau jadi. Insyaallah. Nanti malam mau latihan tuh, katanya malam saya mau ditentir gimana cara melakukan haji yang baik,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Selain menyiapkan aspek teknis, Purbaya juga menyiapkan doa yang akan ia panjatkan selama berada di Tanah Suci. Ia berharap doa tersebut bisa menjadi ikhtiar untuk mendorong ekonomi Indonesia agar tumbuh lebih cepat dan kuat.

“Doanya pertumbuhan ekonomi (Indonesia) makin cepat. Doa supaya ekonomi bagus terus, makin kuat, tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Angka itu lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Komponen ini memberi andil terbesar, yakni 2,94 persen terhadap total pertumbuhan.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia menambahkan, momentum hari besar keagamaan dan libur nasional seperti Nyepi dan Idulfitri turut mengerek aktivitas konsumsi. Pada periode itu, mobilitas masyarakat meningkat dan berdampak langsung pada sektor transportasi, perdagangan, akomodasi, serta makanan dan minuman.

Di luar faktor musiman, daya beli masyarakat juga disebut terjaga berkat kebijakan pemerintah. Sejumlah stimulus seperti THR atau gaji ke-14, diskon tiket transportasi, hingga stabilitas suku bunga ikut menopang konsumsi domestik.

Sejumlah indikator lain juga memperlihatkan tren positif. Perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 13,14 persen secara tahunan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Jumlah penumpang di berbagai moda transportasi turut naik, dengan angkutan darat mencatat lonjakan hingga 20,20 persen.

Aktivitas ekonomi digital juga bergerak naik, tercermin dari meningkatnya transaksi e-retail dan marketplace, serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit.

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen. Pertumbuhan ini ditopang investasi pemerintah dan swasta.

Adapun konsumsi pemerintah melonjak 21,81 persen seiring meningkatnya realisasi belanja, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rekomendasi