Jakarta – Pancasakti Group secara intensif mematangkan persiapan internal sebagai langkah strategis menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan saat ini fokus melakukan penguatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan prinsip keberlanjutan demi memenuhi standar perusahaan terbuka yang kompetitif.
CEO dan Presiden Direktur Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi, menyatakan bahwa fondasi bisnis perusahaan kini tengah diperkuat melalui penerapan Business Continuity (BCT) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi pasar modal. Menurut Suwandy, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan investor sebelum melepas saham perdana ke publik.
Selain aspek operasional, Pancasakti Group juga menaruh perhatian besar pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Karyawan yang tangguh dan kompeten dianggap sebagai pilar utama untuk menopang pertumbuhan perusahaan pasca-IPO. Paralel dengan persiapan internal, perusahaan juga terus melakukan ekspansi jaringan operasional ke berbagai daerah di Indonesia guna mendekatkan layanan kepada masyarakat luas.
Terkait proyeksi melantai di bursa, Pancasakti Group telah melakukan simulasi menggunakan data laporan keuangan Tahun Buku 2025 melalui perangkat lunak analisis khusus. Hasil simulasi tersebut menunjukkan potensi perusahaan untuk masuk ke jajaran papan utama BEI. Suwandy menyebutkan bahwa berdasarkan perhitungan awal tersebut, perkiraan valuasi perusahaan berada di kisaran Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat tentatif dan akan melalui proses audit serta penilaian mendalam dari pihak profesional yang berkompeten di bidangnya.
Dana yang akan dihimpun dari aksi korporasi ini nantinya direncanakan untuk memperkuat investasi strategis, khususnya di sektor industri kimia nasional. Suwandy memandang pengembangan industri kimia dan bahan baku farmasi sebagai elemen krusial bagi Indonesia dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti ketergantungan Indonesia yang masih tinggi terhadap produk impor kimia dan bahan obat-obatan sebagai tantangan sekaligus peluang bisnis.
Dengan memperkuat basis industri kimia dalam negeri, Pancasakti Group berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi ketergantungan impor nasional. Langkah ini dinilai sejalan dengan syarat fundamental sebuah negara maju yang harus memiliki sektor industri kimia yang mandiri dan kuat. Rangkaian persiapan ini dilakukan secara konsisten di sela-sela aktivitas korporasi lainnya, termasuk keterlibatan perusahaan dalam berbagai ajang publik seperti Pancasakti Run 2026, yang menjadi ruang bagi perusahaan untuk terus membangun komunikasi dengan publik menjelang proses penawaran saham resmi.



















