Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan awal pekan, Senin (22/6), dengan koreksi sebesar 0,98% ke level 6.116. Pelemahan indeks ini dipicu oleh aksi jual masif yang dilakukan investor asing di tengah sentimen pasar yang cenderung negatif terhadap sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan jual asing tercatat mencapai Rp 1,1 triliun di seluruh pasar. Secara kumulatif, investor asing membukukan nilai penjualan sebesar Rp 5,9 triliun, yang jauh melampaui nilai pembelian hanya sebesar Rp 4,8 triliun. Aksi lepas saham oleh investor asing ini menjadi faktor utama yang menekan pergerakan IHSG sepanjang hari.
Secara teknis, aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 13,48 triliun dengan volume mencapai 22,51 miliar saham. Frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 1,73 juta kali, dengan kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada di posisi Rp 10.735 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 445 saham mengalami koreksi, sementara 221 saham berhasil menguat dan 147 saham lainnya stagnan.
Saham perbankan menjadi target utama aksi jual investor asing di pasar reguler. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan nilai jual bersih (net sell) tertinggi mencapai Rp 262 miliar. Posisi tersebut diikuti oleh emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net sell Rp 174 miliar. Selain itu, saham perbankan dan telekomunikasi lainnya pun tidak luput dari tekanan, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp 110 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 106 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 95 miliar.
Kondisi pasar yang tertekan ini tercermin dari pelemahan sembilan dari sebelas sektor yang ada di BEI. Sektor bahan baku menjadi yang paling terdampak dengan penurunan sebesar 2,49%. Salah satu pendorong pelemahan sektor tersebut adalah saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi 6,47% ke harga Rp 1.590 per lembar saham.
Berbeda dengan pergerakan di pasar domestik, bursa saham Asia mayoritas mencatatkan kinerja positif. Indeks Nikkei di Jepang tumbuh 1,55%, Shanghai Composite menguat 1,78%, dan Straits Times di Singapura naik 0,22%. Namun, tren tersebut tidak diikuti oleh indeks Hang Seng yang justru tergelincir 0,65%.
Di tengah tren pelemahan pasar, sejumlah saham tetap mampu mencatatkan kenaikan signifikan atau top gainers, di antaranya PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang melesat 10,48% ke Rp 266, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 3,27% ke Rp 1.265, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang terapresiasi 3,12% ke Rp 2.290. Sebaliknya, jajaran top losers dipimpin oleh PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) yang anjlok 8,20% ke Rp 336, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 6,48% ke Rp 505, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 6,47% ke Rp 1.590.























