Jakarta – PT Nitrasanata Dharma, pengelola jaringan rumah sakit mata JEC Eye Hospitals & Clinics, secara resmi menetapkan rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang nantinya akan menggunakan kode saham JECX ini menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 683,17 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Berdasarkan prospektus resmi, calon emiten ini menawarkan maksimal 487,98 juta lembar saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Selain saham baru, perusahaan juga menyertakan penawaran atas 162,88 juta saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K), yang mewakili porsi 2 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum.
Manajemen JECX menetapkan rentang harga penawaran saham perdana di kisaran Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per lembar. Dari total potensi perolehan dana Rp 683,17 miliar tersebut, sekitar Rp 455,45 miliar berasal dari penerbitan saham baru, sementara Rp 227,72 miliar sisanya merupakan hasil dari divestasi saham milik pemegang saham pengendali.
Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan dan loyalitas sumber daya manusia, perusahaan juga mengalokasikan program saham untuk karyawan atau Employee Stock Allocation (ESA). Sebanyak 11,16 juta lembar saham atau setara 2,29 persen dari total saham yang ditawarkan dalam IPO disiapkan untuk program ini.
Terkait penggunaan dana hasil penawaran umum dari saham baru, pihak perusahaan telah merinci alokasi penggunaan setelah dikurangi biaya-biaya emisi. Sebesar Rp 49 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Selain itu, perusahaan mengalokasikan Rp 100 miliar untuk melunasi sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Strategi ekspansi juga menjadi prioritas dalam penggunaan dana IPO. JECX berencana menyalurkan dana sebesar Rp 185 miliar kepada sejumlah anak perusahaan. Rinciannya, sebanyak Rp 50 miliar akan disalurkan kepada PT Nitra Sanata Bali, Rp 100 miliar dalam bentuk pinjaman kepada PT Orbita, dan Rp 35 miliar disalurkan sebagai pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera.
Sisa dana dari hasil penawaran umum tersebut akan dialokasikan oleh perusahaan untuk kebutuhan modal kerja atau biaya operasional sehari-hari. Penggunaan dana modal kerja ini direncanakan dilakukan secara bertahap hingga periode 31 Desember 2027. Langkah IPO ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus mendukung pengembangan jaringan layanan kesehatan mata di berbagai wilayah Indonesia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis spesialis mata yang berkualitas dan terstandarisasi secara nasional. Proses penawaran ini menjadi tonggak strategis bagi JEC Eye Hospitals & Clinics dalam memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan tata kelola perusahaan ke arah yang lebih transparan dan akuntabel di pasar modal.





















