IHSG Berpotensi Menguat Jelang Rebalancing FTSE, Cermati Deretan Saham Ini

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Senin (22/6), seiring dengan efektifnya pelaksanaan rebalancing indeks FTSE Russell. Sentimen positif dari pasar global ini diperkirakan menjadi katalis utama bagi pergerakan indeks, dengan sejumlah saham sektor perbankan dan energi menjadi fokus utama para pelaku pasar.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk terus bergerak naik menuju level 6.545 selama level support 6.007 tetap terjaga. Menurutnya, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) saat ini telah menunjukkan sinyal bullish yang memperkuat optimisme investor. Kendati demikian, ia memberikan catatan bahwa jika indeks menembus di bawah level 6.007, maka IHSG berisiko memulai fase penurunan atau wave x lebih awal.

Secara teknikal, level support IHSG ditempatkan pada titik 6.007, 5.722, 5.519, dan 5.314. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 6.312, 6.545, 6.835, hingga 7.207. Support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah di mana aksi beli cenderung meningkat, sedangkan resistance adalah level harga tertinggi di mana tekanan jual biasanya mulai muncul.

Dalam perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Senada dengan pandangan tersebut, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai IHSG berpeluang menguat setelah berhasil membentuk pola bullish doji star candle di atas Moving Average 20 (MA20). Indikator Stochastics KD dan Relative Strength Index (RSI) yang saat ini menunjukkan sinyal positif, didukung oleh peningkatan volume perdagangan, menjadi dasar proyeksi tersebut.

Nafan menjelaskan bahwa implementasi rebalancing indeks FTSE Russell memaksa investor institusi dan dana pasif melakukan penyesuaian portofolio. Namun, ia menekankan bahwa dampak dari rebalancing ini kemungkinan besar sudah tercermin dalam harga pasar (priced in). Oleh sebab itu, volatilitas yang terjadi diprediksi tidak akan seberat tekanan pasar pada awal bulan lalu.

Selain rebalancing FTSE Russell, pelaku pasar kini mulai mengalihkan fokus pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan rilis pada 24 Juni 2026. Hasil tinjauan tersebut dianggap sebagai sentimen krusial, terutama terkait kejelasan status pembekuan atau freeze Indonesia dalam indeks MSCI.

Untuk strategi perdagangan, Nafan merekomendasikan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan target harga pada level 4.080 dan 4.580. Selain itu, saham perbankan seperti BMRI direkomendasikan dengan target harga di level 4.460, 4.570, dan 6.050, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga di level 6.425, 6.550, dan 8.600. Para investor diharapkan tetap memperhatikan dinamika pasar global dan domestik guna mengantisipasi volatilitas yang mungkin terjadi di tengah periode penyesuaian indeks ini.

Rekomendasi