Menteri UMKM Evaluasi Dampak Pemadaman Listrik bagi Pelaku Usaha Kecil

persen

Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memperingatkan potensi kerugian ekonomi yang signifikan bagi sektor usaha kecil akibat ketidakstabilan pasokan listrik di Pulau Jawa. Gangguan kelistrikan yang terjadi belakangan ini dinilai telah menghambat operasional harian para pelaku usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik.

Maman menegaskan bahwa sektor UMKM menjadi pihak yang paling terdampak secara langsung saat pemadaman listrik terjadi. Ia mencontohkan pedagang kecil yang menjual produk minuman es atau makanan beku mengalami kerugian material karena barang dagangan mereka tidak dapat bertahan lama akibat terhentinya sistem pendingin.

“Pada saat terjadi blackout di Jawa, dampaknya langsung ke masyarakat dan UMKM. Mereka yang berjualan di daerah, misalnya pedagang es, tidak bisa beroperasi karena produknya mencair. Ini tentu mengganggu keberlangsungan pendapatan mereka,” ujar Maman saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6).

Lebih lanjut, Maman menyoroti pentingnya pembenahan manajemen rantai pasok atau supply chain management di tubuh PT PLN (Persero). Menurutnya, jika sistem pengelolaan energi tidak diperbaiki secara menyeluruh, risiko terjadinya pemadaman listrik secara meluas atau blackout di masa depan akan tetap menghantui stabilitas ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa preseden gangguan besar yang terjadi beberapa tahun lalu harus menjadi pelajaran penting bagi pihak pengelola energi.

Selain masalah teknis infrastruktur, Maman juga menyoroti adanya disparitas harga energi, khususnya batu bara, antara kebutuhan domestik dan pasar ekspor. Ia mengusulkan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Batu Bara sebagai solusi untuk menciptakan mekanisme harga yang lebih adil. Melalui BLU ini, selisih harga dari pasar ekspor diharapkan dapat digunakan sebagai subsidi untuk menekan biaya kebutuhan energi di dalam negeri, sehingga beban masyarakat dan pelaku usaha dapat lebih ringan.

Di sisi lain, PT PLN (Persero) telah memberikan keterangan terkait gangguan yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dengan durasi bervariasi antara dua hingga delapan jam. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemadaman tersebut dipicu oleh gangguan teknis pada dua pembangkit listrik besar milik mitra Independent Power Producer (IPP).

Darmawan memastikan bahwa saat ini kondisi pasokan listrik mulai berangsur normal. Salah satu pembangkit yang sempat mengalami gangguan telah berhasil dipulihkan dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa untuk memperkuat keandalan pasokan. Pihak PLN mengklaim bahwa langkah perbaikan terus dilakukan guna meminimalkan dampak pemadaman bergilir bagi konsumen, termasuk sektor UMKM yang menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Meskipun pemulihan sedang berlangsung, pemerintah tetap menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap keandalan infrastruktur energi demi menjamin kepastian operasional bagi seluruh pelaku usaha.

Rekomendasi