Jakarta – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), mencatatkan performa keuangan yang impresif pada kuartal pertama 2026.
Kedua emiten ritel di bawah Grup MAP ini berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang signifikan, yang didorong oleh agresivitas ekspansi gerai serta meningkatnya daya beli masyarakat di tengah tren gaya hidup sehat.
MAPA, yang memfokuskan bisnisnya pada perlengkapan olahraga, melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp 470,57 miliar pada kuartal pertama 2026.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 38,41 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 339,98 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan menjadi Rp 4,95 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen penjualan eceran sebesar Rp 4,59 triliun.
Strategi ekspansi regional menjadi kunci utama pertumbuhan MAPA. Sepanjang tahun 2026, perusahaan menambah 13 gerai baru di Indonesia dan memperkuat penetrasi di lima negara Asia Tenggara lainnya, yakni Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Hingga Maret 2026, MAPA telah mengoperasikan lebih dari 2.200 gerai di tujuh negara, dengan Indonesia sebagai pasar dominan melalui 1.843 unit gerai.
Tren gaya hidup sehat turut menjadi katalis positif bagi bisnis MAPA. Berdasarkan survei Populix pada Maret 2026, masyarakat Indonesia kini menempatkan pakaian dan sepatu olahraga sebagai kebutuhan gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar alat pendukung aktivitas fisik.
Sebanyak 72 persen responden mengaku telah membeli produk pakaian olahraga dalam satu tahun terakhir, menjadikannya kategori dengan permintaan tertinggi.
Di sisi lain, perusahaan induk MAPI juga mencatat pertumbuhan kinerja yang solid. Laba bersih MAPI pada kuartal pertama 2026 tumbuh 32,98 persen menjadi Rp 628,03 miliar dari Rp 472,26 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan pun meningkat menjadi Rp 12,29 triliun. Saat ini, MAPI mengelola 4.192 gerai ritel dan 55 toko daring di tujuh negara. Untuk menjaga momentum pertumbuhan, MAPI secara selektif memperkaya portofolio merek internasionalnya, termasuk akuisisi brand seperti Kenzo, Guess, ACE, dan Hollister.
Ketangguhan kinerja Grup MAP selaras dengan kondisi makro ekonomi domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen, angka pertumbuhan tertinggi sejak akhir 2023. Selain itu, lonjakan konsumsi pemerintah sebesar 21,81 persen pada periode yang sama turut memberikan stimulus tambahan bagi perputaran ekonomi nasional.
Ke depan, Grup MAP menyatakan komitmen untuk terus menerapkan strategi ekspansi yang disiplin, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan digitalisasi. Langkah ini diambil guna memperkuat pangsa pasar di tingkat regional Asia Tenggara sekaligus meningkatkan pengalaman belanja pelanggan di tengah dinamika pasar ritel yang semakin kompetitif.
























