Jakarta – PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 10,2 miliar.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Senin, 29 Juni 2026.
Nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp 1,5 per lembar saham.
Alokasi dividen ini mencakup 13,24 persen dari total laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp 77,01 miliar.
Selain pembagian dividen, perusahaan mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp 5 miliar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sisa laba bersih akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung rencana pengembangan usaha perseroan di masa mendatang.
Dalam agenda RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.
Henryanto Komala resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama perusahaan.
Sementara itu, Kambiyanto Kettin diangkat menjadi Komisaris Utama Caturkarda Depo Bangunan.
Pihak manajemen menyatakan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,87 triliun sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 2,13 persen secara tahunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya senilai Rp 2,81 triliun.
Kambiyanto Kettin menyebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan ditopang oleh peningkatan penjualan organik di berbagai wilayah operasional.
Bali tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi pertumbuhan terbesar bagi perusahaan pada periode tersebut.
“Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur,” ujar Kambiyanto melalui keterangan tertulis pada Senin, 29 Juni 2026.
Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi yang terukur dan efisiensi operasional.
Pengembangan kapabilitas digital menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat model bisnis omnichannel.
Kanal digital dipandang sebagai pelengkap strategis bagi jaringan toko fisik yang sudah ada.
Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan terintegrasi bagi pelanggan.
Dalam RUPST tersebut, manajemen juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
Seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp 487,8 miliar telah digunakan sesuai dengan rencana awal.
Dana tersebut disalurkan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja.
Manajemen menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan profitabilitas.
“Kami meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung oleh pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi Perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional,” imbuh Kambiyanto.
Perusahaan akan tetap berfokus pada penguatan portofolio produk serta kerja sama dengan pemasok strategis.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika ekonomi global yang kompetitif.
Fokus manajemen ke depan adalah menjaga disiplin pengelolaan modal guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
























