Eagle High (BWPT) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp350 Miliar Bunga 12%

persen

Jakarta – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) resmi mengumumkan langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan perusahaan melalui penerbitan instrumen surat utang berupa obligasi dan sukuk mudharabah.

Langkah korporasi ini dilakukan dalam rangka menghimpun pendanaan segar untuk memenuhi kebutuhan operasional serta kewajiban keuangan perusahaan.

Emiten yang bergerak di sektor agribisnis kelapa sawit ini menargetkan perolehan dana sebesar Rp 200 miliar melalui obligasi berkelanjutan II tahap I.

Secara keseluruhan, BWPT telah menetapkan target penghimpunan dana sebesar Rp 1 triliun untuk program obligasi berkelanjutan II tersebut.

Penerbitan obligasi tahap I dibagi ke dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap yang bervariasi sesuai tenor.

Seri A memiliki nilai pokok Rp 25,01 miliar dengan bunga 9,5 persen untuk jangka waktu 370 hari.

Seri B ditawarkan senilai Rp 60,325 miliar dengan bunga 11 persen untuk tenor tiga tahun.

Sementara itu, Seri C dirilis sebesar Rp 6,99 miliar dengan bunga 12 persen untuk jangka waktu lima tahun.

Manajemen BWPT menjelaskan bahwa total nilai sebesar Rp 92,325 miliar dijamin dengan mekanisme kesanggupan penuh atau full commitment.

Sisanya, sebesar Rp 107,675 miliar, ditawarkan dengan mekanisme kesanggupan terbaik atau best effort.

Perusahaan menegaskan bahwa apabila porsi best effort tidak terserap pasar, maka tidak menjadi kewajiban bagi BWPT untuk menerbitkannya.

Selain obligasi konvensional, perusahaan juga meluncurkan sukuk mudharabah berkelanjutan II dengan target total dana sebesar Rp 1,5 triliun.

Untuk tahap I tahun 2026, perusahaan menargetkan penyerapan dana dari instrumen syariah ini sebesar Rp 150 miliar.

Sukuk mudharabah ini juga diterbitkan dalam tiga seri dengan indikasi bagi hasil yang serupa dengan obligasi.

Seri A senilai Rp 36,11 miliar dengan bagi hasil 9,5 persen untuk tenor 370 hari.

Seri B sebesar Rp 155 juta dengan bagi hasil 11 persen untuk tenor tiga tahun.

Seri C sebesar Rp 630 juta dengan bagi hasil 12 persen untuk tenor lima tahun.

Porsi full commitment untuk sukuk mencapai Rp 36,895 miliar, sementara porsi best effort sebesar Rp 113,105 miliar.

Seluruh instrumen surat utang tersebut telah mendapatkan peringkat idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Proses penjaminan emisi obligasi melibatkan lima institusi keuangan, yakni PT Aldiracita Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, dan PT Maybank Sekuritas Indonesia.

Untuk sukuk mudharabah, penjamin emisi terdiri dari PT Aldiracita Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas.

Jadwal penawaran umum ditetapkan pada [Selasa, 30 Juni 2026] hingga [Jumat, 3 Juli 2026].

Proses penjatahan akan dilakukan pada [Senin, 6 Juli 2026] dan distribusi elektronik dijadwalkan pada [Rabu, 8 Juli 2026].

Surat utang tersebut dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada [Kamis, 9 Juli 2026].

Dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang ini akan dialokasikan untuk pembayaran pinjaman perbankan sebesar Rp 90 miliar.

Sisa dana dari hasil emisi tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk keperluan modal kerja perusahaan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar