Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel memutuskan untuk mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun kepada para pemegang saham.
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2025.
Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 25,6 per lembar saham.
Angka pembagian dividen ini mencakup 98 persen dari total laba bersih yang berhasil diraih perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyatakan bahwa rasio pembayaran dividen sebesar 98 persen merupakan salah satu yang tertinggi di industri infrastruktur telekomunikasi.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham sekaligus mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang solid.
“Kinerja sepanjang 2025 menjadi pijakan bagi fase pertumbuhan berikutnya seiring transformasi perseroan menuju Next Generation Tower Company,” ujar Theodorus saat paparan publik di Jakarta, Selasa (30/6).
Menurut Theodorus, fondasi yang kuat memberikan rasa optimisme bagi perseroan untuk terus memimpin pasar infrastruktur digital di Indonesia serta kawasan Asia Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Mitratel mencatatkan pendapatan sebesar Rp 9,53 triliun dengan perolehan EBITDA mencapai Rp 7,83 triliun.
Sementara itu, laba bersih yang dibukukan perusahaan selama periode tersebut tercatat sebesar Rp 2,12 triliun.
Peningkatan efisiensi operasional juga terlihat dari kenaikan tenancy ratio menjadi 1,57 kali yang menunjukkan optimalisasi aset menara perseroan.
Selain bisnis menara, Mitratel juga mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen fiber optik.
Perseroan telah memperluas jaringan fiber optik secara organik sepanjang 6.160 kilometer.
Total panjang jaringan fiber optik Mitratel kini mencapai 57.199 kilometer.
Ekspansi tersebut turut mendorong panjang fiber billable menjadi 70.618 kilometer.
Hasilnya, pendapatan dari segmen fiber optik meningkat sebesar 18,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mitratel kini mengelola portofolio lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi di seluruh Indonesia.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Langkah strategis ini mencakup pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS) sebagai sumber pertumbuhan baru.
PaaS diharapkan menjadi solusi infrastruktur digital dan energi yang lebih terintegrasi bagi para pelanggan.
“Mitratel siap menjadi mitra utama dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” tambah Theodorus.
RUPST juga menetapkan perubahan dalam susunan pengurus perusahaan.
Noorhayati Candrasuci resmi diangkat sebagai Direktur Investasi menggantikan Hendra Purnama.
Jajaran Direksi Mitratel saat ini terdiri dari Theodorus Ardi Hartoko sebagai Direktur Utama, Agus Winarno sebagai Direktur Bisnis, serta Ian Sigit Kurniawan sebagai Direktur Keuangan.
Posisi Direktur Operasi dan Pembangunan diisi oleh Hastining Bagyo Astuti, sedangkan Direktur Pengelolaan Aset dijabat oleh Fandi Wijaya.
Sementara itu, jajaran Dewan Komisaris dipimpin oleh Fadli Tri Hartono sebagai Komisaris Utama.
Komisaris Independen dijabat oleh Gunawan Susanto dan Ibnu Sulistyo Riza Pradipto.
Adapun komisaris lainnya meliputi Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Mira Tayyiba, dan Faisal Amir Masduki.
























