IHSG Diprediksi Kembali Melemah, Investor Cermati Data Inflasi RI

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026.

Sentimen negatif tersebut muncul setelah indeks mencatatkan penurunan signifikan sebesar 177,6 poin atau 3,06 persen ke level 5.643,194 pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.

Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas menunjukkan adanya indikasi pelemahan lebih lanjut melalui histogram positif MACD yang mulai mengecil.

Potensi terjadinya Death Cross pada indikator tersebut menjadi sinyal peringatan bagi para pelaku pasar.

Stochastic RSI saat ini terpantau berada di area pivot dengan kecenderungan arah pergerakan yang terus menurun.

“Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi akan menguji level 5.500,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dirilis pada Rabu, 1 Juli 2026.

Selain faktor teknikal, investor kini tengah mengalihkan fokus pada rilis data inflasi Indonesia periode Juni 2026.

Konsensus pasar memperkirakan inflasi bulanan akan meningkat menjadi 0,29 persen, sementara inflasi tahunan diproyeksikan menyentuh angka 3,2 persen.

Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan realisasi Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan dan 3,08 persen secara tahunan.

“Kenaikan inflasi ini diperkirakan seiring dengan kenaikan Harga BBM Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 lalu,” tambah Phintraco Sekuritas.

Di sisi lain, pasar juga mencermati rilis data surplus neraca perdagangan Indonesia untuk periode Mei 2026.

Konsensus memprediksi neraca perdagangan akan mencatatkan surplus sebesar USD 1,1 miliar, meningkat tajam dari USD 0,09 miliar pada April 2026.

Pertumbuhan ekspor diperkirakan berada di level 4 persen secara tahunan, sementara impor diproyeksikan tumbuh 18 persen secara tahunan.

Selain data makroekonomi, pelaku pasar turut memantau efektivitas paket stimulus ekonomi pemerintah senilai Rp 26,34 triliun.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham WIFI, CPIN, CMRY, PGEO, dan DATA.

Pandangan senada disampaikan oleh tim analis MNC Sekuritas yang menilai tekanan jual masih mendominasi pasar.

Koreksi yang terjadi pada perdagangan sebelumnya disebut telah menembus target batas bawah yang sempat diproyeksikan.

“Sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472 hingga 5.540,” ungkap riset MNC Sekuritas.

MNC Sekuritas juga memaparkan skenario alternatif di mana IHSG sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3.

Dalam perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menyarankan investor untuk mencermati saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA.

Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor berdasarkan analisis pribadi.

Informasi ini tidak ditujukan sebagai ajakan untuk melakukan aksi beli, tahan, atau jual terhadap produk instrumen investasi tertentu.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar