Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat agar bijak dalam memilih jenis bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing.
Imbauan ini muncul sebagai respons atas fenomena pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi akibat disparitas harga yang cukup lebar.
Saat ini, harga Pertamax dipatok sebesar Rp16.250 per liter, sementara Pertalite tetap berada di angka Rp10 ribu per liter.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pola konsumsi tersebut untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar.
“Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus memantau, sehingga dalam penyalurannya sendiri, kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan subsidi ini,” ujar Baron di Grha Pertamina, Kamis (2/7).
Di sisi lain, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menilai perilaku konsumen yang beralih ke BBM lebih murah merupakan hal yang wajar saat terjadi perubahan harga.
Namun, ia menegaskan bahwa pengguna Pertamax mayoritas berasal dari kelompok masyarakat mampu yang seharusnya tidak mengambil jatah subsidi.
Roberth mengingatkan agar pemilik kendaraan dengan spesifikasi BBM nonsubsidi tidak beralih ke BBM bersubsidi demi menjaga kuota bagi masyarakat yang berhak.
“Maka yang penting adalah agar konsumen atau masyarakat dapat memilah dan memilih jenis BBM yang sesuai dengan jenis kendaraan, kebutuhan BBM, dan peruntukkan subsidi BBM yang tepat,” tegas Roberth.
Ia menambahkan, pihaknya terus menyoroti temuan distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran di lapangan.
Oleh karena itu, Pertamina meminta masyarakat untuk memberikan akses BBM bersubsidi kepada pihak yang memang membutuhkan sesuai peruntukannya.





















