Petrosea Gandeng Anak Usaha CDIA Bangun Infrastruktur Kendaraan Listrik

persen

Jakarta – PT Petrosea Tbk (PTRO) resmi memperkuat komitmen dekarbonisasi melalui kerja sama strategis penyediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Langkah ini diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Sewa Menyewa Gardu Listrik dengan PT Chandra Investa Prima, anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Kesepakatan bisnis tersebut diteken tepat pada [Senin, 30 Juni 2026].

Infrastruktur gardu listrik ini nantinya akan ditempatkan di area tambang PT Multi Tambangjaya Utama.

Lokasi operasional tersebut berada di Ugang Sayu, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Penyediaan gardu listrik ini menjadi tulang punggung bagi operasional kendaraan listrik di lokasi pertambangan.

Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan intensitas emisi karbon secara signifikan.

Presiden Direktur Petrosea, Michael, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju praktik pertambangan hijau.

“Inisiatif ini sejalan dengan strategi Petrosea dalam mendorong praktik usaha berkelanjutan atau sustainable practices, termasuk upaya dekarbonisasi operasional melalui peningkatan efisiensi energi serta pengurangan emisi gas rumah kaca,” ujar Michael dalam keterangan resmi pada [Kamis, 2 Juli 2026].

Langkah strategis ini juga dipandang sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung proyek strategis nasional terkait pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Perusahaan optimistis bahwa adopsi teknologi bersih akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi sektor energi nasional.

Selain aspek lingkungan, Petrosea juga memfokuskan penggunaan infrastruktur ini untuk memperkuat keandalan operasional di lapangan.

Efisiensi energi yang lebih baik diproyeksikan akan memberikan dampak positif pada produktivitas seluruh mata rantai operasional perusahaan.

Secara korporasi, Petrosea terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan kontraktor multidisiplin dengan rekam jejak selama lima dekade.

Layanan terpadu yang disediakan perusahaan mencakup sektor EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik.

Cakupan wilayah operasional perusahaan saat ini telah menjangkau berbagai titik strategis di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh target kinerja, baik operasional maupun keuangan, tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) juga menjadi fondasi utama dalam menjalankan setiap proyek perusahaan.

Penerapan target zero accident menjadi prioritas mutlak dalam setiap aktivitas di lapangan.

Ke depan, Petrosea berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi kepada para pemangku kepentingan melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjaga posisi perusahaan agar tetap kompetitif di tengah transisi energi global yang semakin masif.

Kehadiran infrastruktur listrik ini diharapkan menjadi standar baru bagi operasional pertambangan yang rendah emisi di Indonesia.

Pihak perusahaan akan terus memantau efektivitas penggunaan gardu listrik tersebut untuk pengembangan proyek-proyek selanjutnya di masa mendatang.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar