Mengenal Rekam Jejak Herman Saheruddin, Dirjen Baru SPSK Kemenkeu

persen

Jakarta – Herman Saheruddin resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu, 1 Juli 2026.

Pelantikan ini sekaligus menetapkan Herman sebagai pejabat definitif setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen SPSK.

Posisi ini dianggap krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global yang dinamis.

Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Menteri Keuangan juga melantik Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran serta Evita Mantovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Purbaya menegaskan bahwa penunjukan para pejabat pimpinan tinggi madya ini merupakan bentuk kepercayaan negara dan Presiden.

Ia menekankan agar para pejabat yang dilantik bekerja dengan integritas tinggi dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Herman Saheruddin membawa rekam jejak panjang di bidang riset, manajemen risiko, dan penjaminan simpanan perbankan.

Karier profesionalnya banyak dihabiskan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2010 dengan berbagai posisi strategis.

Ia pernah memegang jabatan sebagai Direktur Group Riset serta Direktur Group Hubungan Internasional selama masa tugasnya di LPS.

Secara akademis, Herman merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dan Magister Ilmu Manajemen dari Universitas Indonesia.

Ia kemudian menuntaskan studi doktoral di University of South Carolina, Amerika Serikat, dengan fokus pada deregulasi perbankan.

Sebelum menduduki posisi Dirjen SPSK, Herman sempat dipercaya sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengembangan Sektor Keuangan.

Di kancah internasional, ia dikenal aktif dalam forum keuangan global seperti International Association of Deposit Insurers (IADI).

Pada tahun 2024, Herman bahkan terpilih menjadi Ketua Research Technical Committee kawasan Asia-Pasifik di organisasi tersebut.

Kombinasi pengalaman teknokratis dan akademik ini dipandang sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan sektor keuangan ke depan.

Tantangan tersebut mencakup transformasi layanan keuangan digital hingga mitigasi risiko krisis keuangan global.

Dalam arahannya, Menteri Keuangan mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan berdampak luas bagi stabilitas nasional.

Purbaya menekankan pentingnya pengelolaan anggaran negara yang efisien dan tepat sasaran.

Menurutnya, setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat dan kepercayaan publik.

Herman diharapkan mampu memperkuat koordinasi kebijakan lintas sektor untuk menjaga ketahanan sistem keuangan Indonesia.

Keahliannya dalam bidang resolusi perbankan akan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas industri keuangan nasional.

Pemerintah menaruh harapan besar agar kepemimpinan Herman dapat membawa inovasi kebijakan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi internasional.

Selain itu, integritas dalam menjalankan tugas menjadi poin utama yang digarisbawahi oleh Menteri Keuangan dalam prosesi pelantikan tersebut.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar