Bangun Kosambi Sukses Suntik Modal Anak Usaha, Simak Prospek Kinerjanya

Jakarta – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) terus memperkuat struktur permodalan anak usahanya sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis ini dilakukan melalui suntikan modal ke beberapa entitas anak perusahaan untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis.

Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, merinci bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada PT Industri Pameran Nusantara (IPN).

“IPN telah melakukan penerbitan saham baru sebanyak 5,3 juta saham seri B dengan jumlah nilai nominal Rp17.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 90,10 miliar yang seluruhnya telah diambil bagian dan disetor oleh perseroan,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (8/7/2026).

Setelah aksi korporasi tersebut, modal disetor IPN tercatat meningkat menjadi Rp 2,64 triliun.

CBDK juga tercatat mempertahankan porsi kepemilikan sebesar 99,99% di IPN.

Selain IPN, entitas anak lainnya yakni PT Samudra Mega Utama (SMU) turut menerima tambahan modal.

SMU melakukan peningkatan modal dasar sebesar Rp 38,4 miliar, sehingga total modal dasarnya menjadi Rp 39,6 miliar.

Penerbitan 23.001 saham baru di SMU senilai Rp 13,8 miliar telah diserap sepenuhnya oleh para pemegang saham.

Struktur kepemilikan CBDK di SMU tetap terjaga di angka 99,9% setelah peningkatan modal tersebut.

Sebelumnya, CBDK juga telah menyuntikkan modal kepada PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD) senilai Rp 105,65 miliar.

Langkah ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat pipeline proyek di bawah naungan grup.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai serangkaian setoran modal ke anak usaha ini sebagai sinyal kepercayaan manajemen atau management confidence.

“Setoran modal ke anak usaha dan buyback adalah sinyal management confidence yang positif, karena perkuat pipeline proyek dan jadi price floor psikologis,” ujarnya dikutip dari pernyataan resmi, Kamis (9/7/2026).

Secara kinerja, CBDK mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp 743 miliar pada kuartal I 2026, atau naik 74% secara tahunan (year-on-year).

Laba bersih perseroan bahkan melonjak signifikan hingga 317% menjadi Rp 542 miliar pada periode yang sama.

Kendati demikian, analis tetap mewaspadai tantangan makroekonomi yang membayangi sektor properti.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, menyoroti dampak kebijakan suku bunga acuan terhadap daya beli konsumen.

“Terkait sentimen negatif saat ini, industri properti sedang mengalami tantangan berupa kenaikan BI rate yang dapat menghambat kinerja emiten properti, terutama yang berfokus kepada marketing sales,” tuturnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).

Adrian menambahkan bahwa kinerja pendapatan emiten properti sangat bergantung pada waktu serah terima unit kepada pembeli.

Meskipun terdapat tekanan dari suku bunga, prospek CBDK dinilai masih terjaga berkat dukungan proyek strategis seperti Tol Kataraja fase 2.

Para investor kini menanti laporan keuangan kuartal II 2026 untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren positif emiten properti tersebut.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar