Jakarta – Pasar modal Indonesia mencatatkan performa positif pada perdagangan 10 Juli 2026, ditandai dengan mayoritas saham yang berhasil ditutup di zona hijau.
Meskipun sentimen pasar cenderung optimis, total nilai transaksi harian mengalami kontraksi signifikan menjadi Rp8,9 triliun, turun dibandingkan capaian hari sebelumnya yang menyentuh angka Rp12,1 triliun.
Aktivitas investor asing menunjukkan pola yang unik dalam sesi perdagangan kali ini.
Secara volume, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih sebanyak 111,1 juta lembar saham.
Namun, secara nilai, mereka justru melakukan aksi jual bersih sebesar Rp421,7 miliar.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa investor asing cenderung mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi rendah atau berharga murah, sementara secara bersamaan melepas kepemilikan pada saham-saham dengan nilai nominal tinggi.
Analisis valuasi pasar dilakukan dengan memantau dua indikator utama, yakni Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).
Rasio PER digunakan untuk mengukur kelipatan harga saham terhadap laba bersih per lembar, di mana angka yang lebih rendah sering kali dianggap mencerminkan valuasi yang lebih murah.
Sementara itu, rasio PBV berfungsi membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan.
Saham dengan PBV di bawah satu kali mengindikasikan harga perdagangan yang berada di bawah nilai bukunya, sementara angka di atas satu kali menunjukkan apresiasi pasar terhadap aset perusahaan.
Pada kelompok saham dengan PER terendah, seluruh emiten terpantau mengalami penguatan atau bertahan di posisi stagnan.
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) memimpin kenaikan di kelompok ini dengan apresiasi harga sebesar 4,64%, menjadikannya satu-satunya emiten yang naik lebih dari 3%.
Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan pergerakan harga yang stagnan dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Dinamika serupa juga terlihat pada sepuluh saham dengan PER tertinggi, di mana delapan di antaranya berhasil menguat.
Hanya dua saham, yakni PT Petrindo Kreasi Utama (CUAN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), yang tercatat stagnan tanpa perubahan harga.
PT Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi satu-satunya emiten di kelompok ini yang mengalami koreksi tipis sebesar 0,40%.
Dalam catatan Pusat Data Kontan, PT Semen Indonesia (SMGR) memegang status sebagai emiten dengan PBV termurah di antara 20 saham yang dipantau, yakni berada di level 0,22 kali.
Sementara itu, PT Barito Pacific (BRPT) menjadi penggerak utama di kelompok saham PER tinggi dengan mencatatkan nilai transaksi terbesar mencapai Rp299,2 miliar, diiringi kenaikan harga 1,25%.
Pergerakan saham PT Darma Henwa (DEWA) tampak mulai stabil setelah sempat melonjak pada sesi sebelumnya.
Volume transaksi DEWA terpantau turun hampir separuh menjadi 609,1 juta lembar dengan kenaikan harga sebesar 1,81%.
Adapun PT Bumi Resources (BUMI) kembali menempati posisi puncak dalam hal volume transaksi tertinggi di antara seluruh saham yang dipantau, yakni mencapai 1,13 miliar lembar.






















