Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan tipis di zona hijau dengan menguat 1,67 poin atau 0,03 persen ke level 6.039,52 pada penutupan perdagangan Selasa (14/7/2026).
Kondisi pasar yang cenderung stagnan ini mendorong para pelaku pasar untuk kembali mencermati potensi teknikal sejumlah emiten guna menentukan strategi investasi pada perdagangan Rabu (15/7/2026).
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi salah satu saham yang mendapat perhatian analis setelah ditutup menguat 1,22 persen ke level Rp 2.480 per lembar saham.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyebutkan bahwa ADRO saat ini menunjukkan tren bullish dalam jangka pendek maupun menengah.
“ADRO berada di atas level MA50 di posisi 2.342 dengan indikator MACD yang menunjukkan penguatan tren di zona positif,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan analisis tersebut, investor disarankan untuk melakukan trading buy pada saham ADRO.
Target harga ditetapkan menuju level resistance di 2.600 dengan batasan risiko jika harga menembus level support di 2.380.
Sementara itu, pergerakan berbeda terlihat pada saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) yang ditutup menguat 0,43 persen ke posisi Rp 4.650.
Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai saham ini sudah memiliki ruang kenaikan terbatas atau limited upside.
“CMRY mendekati area resistance dan berpeluang menguji support MA20 sekaligus support minor bullish trend-nya,” jelas Wafi.
Indikator teknikal menunjukkan RSI berada di level 65 dengan MACD Histogram di posisi +35.
Oleh karena itu, strategi sell on strength direkomendasikan bagi investor dengan proyeksi support di angka 4.400 dan resistance pada level 4.800.
Di sisi lain, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami koreksi sebesar 0,64 persen ke level Rp 3.100 pada perdagangan kemarin.
Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mengamati adanya pola black body candle pada grafik perdagangan CPIN.
“Stochastic-nya menunjukkan deadcross namun volume perdagangan justru meningkat,” ungkap Yaki.
Ia memberikan rekomendasi buy on weakness dengan catatan investor dapat melakukan entri jika koreksi harga tertahan di kisaran 3.040 hingga 3.070.
Proyeksi teknikal untuk CPIN menempatkan level support di 3.040 dengan resistance pada level 3.220.
Kondisi pasar saham domestik saat ini juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang cukup kuat.
Para investor di pasar modal tengah menanti pidato Ketua The Fed yang diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan Rupiah.
Fluktuasi nilai tukar ini secara tidak langsung menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan alokasi aset oleh investor institusi maupun ritel pada hari Rabu (15/7/2026).
Para analis menekankan pentingnya disiplin dalam menerapkan level support dan resistance yang telah ditentukan.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kerugian di tengah sentimen pasar yang masih menunjukkan potensi konsolidasi.





















