Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

Kholida Rahman

Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

New York – Pasar saham Amerika Serikat mengawali perdagangan bulan Agustus dengan performa impresif, ditandai dengan rekor penutupan tertinggi bagi indeks Dow Jones Industrial Average pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Lonjakan indeks utama ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar terkait eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen positif tersebut secara langsung menekan harga minyak mentah yang sempat terkoreksi sekitar 5%, serta menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Data dari Reuters mencatat indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 693,38 poin atau 1,32% ke level 53.178,41.

Indeks S&P 500 turut mengekor dengan kenaikan 110,78 poin atau 1,48% menjadi 7.600,50.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 540,04 poin atau 2,13% ke posisi 25.913,90.

Sektor layanan komunikasi menjadi motor penggerak utama penguatan S&P 500 dengan kenaikan mencapai 4,3%, yang didorong oleh performa saham Meta Platforms dan Alphabet.

Di sisi lain, sektor energi justru menjadi pemberat pasar dengan penurunan 1,2% akibat anjloknya harga komoditas minyak.

“Setiap hari investor bangun dan melihat harga minyak serta yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Jika keduanya turun, pasar cenderung positif. Namun jika naik, sentimen pasar langsung memburuk,” ujar Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan.

Hogan menambahkan bahwa musim rilis laporan keuangan biasanya mampu mengalihkan fokus investor dari risiko makroekonomi, meskipun ketidakpastian global saat ini masih membayangi pergerakan bursa.

Perusahaan-perusahaan besar pun mencatatkan pergerakan harga yang variatif.

Saham Amazon berhasil menguat 4,6% setelah kapitalisasi pasarnya menembus angka US$ 3 triliun untuk pertama kalinya.

Bristol Myers Squibb juga terpantau naik tipis 0,2% menyusul kabar pembicaraan merger dengan AstraZeneca.

Sebaliknya, Marriott International mengalami tekanan jual cukup dalam dengan penurunan 7% akibat proyeksi laba kuartal ketiga yang tidak memenuhi ekspektasi pelaku pasar.

Data LSEG menunjukkan bahwa dari 304 perusahaan anggota S&P 500 yang melaporkan kinerja keuangan, sebanyak 85,2% di antaranya berhasil melampaui estimasi analis dengan pertumbuhan laba rata-rata sebesar 29,3%.

Pasar kini tengah menantikan rilis data tenaga kerja AS yang dijadwalkan akan keluar pada akhir pekan ini.

Selain itu, investor tetap memantau potensi kebijakan moneter Federal Reserve, dengan probabilitas 64,5% kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang menurut CME FedWatch.

Volume transaksi di bursa AS tercatat cukup tinggi, mencapai 19,36 miliar saham, melampaui rata-rata perdagangan dalam 20 hari terakhir yang berada di angka 17,66 miliar saham.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar