Asing Lepas Saham Rp 708 Miliar, Cek Daftar yang Paling Dijual

Ikhwan Setiawan

Asing Lepas Saham Rp 708 Miliar, Cek Daftar yang Paling Dijual

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali bulan Agustus 2026 dengan performa yang lesu akibat dominasi tekanan jual dari investor asing.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks acuan saham domestik tersebut ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,02 persen ke level 6.234,49 pada perdagangan Senin (3/8/2026).

Sepanjang sesi perdagangan, fluktuasi harga terpantau cukup dinamis dengan rentang pergerakan antara level terendah di 6.212 hingga titik tertinggi di 6.273.

Sentimen negatif pasar terlihat jelas dari dominasi saham yang mengalami penurunan harga dibandingkan dengan saham yang berhasil menguat.

Sebanyak 348 saham tercatat berakhir di zona merah, sementara 292 saham mampu mencatatkan penguatan dan 150 saham lainnya tetap stagnan.

Volume perdagangan secara keseluruhan mencapai angka 38,77 miliar saham dengan nilai transaksi total yang menyentuh Rp 14,37 triliun.

Tekanan jual dari investor asing menjadi katalis utama di balik pelemahan indeks pada awal bulan ini.

Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai mencapai Rp 708 miliar di seluruh pasar saham Indonesia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku pasar global cenderung melakukan aksi ambil untung atau memindahkan portofolio keluar dari pasar domestik.

Daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing didominasi oleh perusahaan berkapitalisasi pasar besar dari sektor energi, perbankan, dan infrastruktur.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai net sell asing tertinggi sebesar Rp 191,93 miliar.

Posisi berikutnya ditempati oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 91,13 miliar.

Sektor perbankan juga tidak luput dari tekanan, di mana PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net sell sebesar Rp 88,41 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami aksi jual oleh asing senilai Rp 62,21 miliar.

PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan nilai net sell sebesar Rp 53,3 miliar.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turut mencatatkan net sell asing sebesar Rp 52,19 miliar.

Investor asing juga melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai Rp 49,22 miliar.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan net sell asing senilai Rp 48,14 miliar.

Melengkapi daftar sepuluh besar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan net sell sebesar Rp 20,58 miliar.

Terakhir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat nilai jual bersih asing sebesar Rp 17,31 miliar.

Aksi divestasi asing yang masif pada awal Agustus ini mencerminkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik dan global yang masih menantang.

Para analis pasar modal menyarankan investor untuk tetap mencermati pergerakan volume transaksi dan aliran dana asing guna mengantisipasi volatilitas lanjutan pada sesi perdagangan berikutnya.

Posisi indeks di level 6.234,49 kini menjadi titik pijakan krusial bagi pergerakan IHSG di hari-hari mendatang.

Data BEI melalui RTI Business mengonfirmasi bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar pada awal bulan ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar