IHSG Terkoreksi, Simak Deretan Saham yang Banyak Dilepas Asing

Ikhwan Setiawan

IHSG Terkoreksi, Simak Deretan Saham yang Banyak Dilepas Asing

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual pada akhir perdagangan Kamis (6/8/2026), yang mengakibatkan indeks utama bursa domestik tersebut harus berakhir di zona merah.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup terkoreksi sebesar 0,11 persen atau melemah 7,42 poin ke level 6.343,71.

Aktivitas perdagangan sepanjang hari kemarin menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis dengan rentang gerak indeks berada di titik terendah 6.324 hingga menyentuh level tertinggi di 6.388.

Volume perdagangan saham di pasar modal Indonesia tercatat cukup masif, mencapai 54,90 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp 18,18 triliun.

Sentimen negatif di pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan dibandingkan dengan saham yang berhasil mencatatkan kenaikan.

Terdapat sebanyak 337 saham yang ditutup melemah di tengah sesi perdagangan Kamis.

Sementara itu, jumlah saham yang mampu bertahan di zona hijau sebanyak 265 emiten.

Sebanyak 192 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Tekanan pada indeks juga diperparah oleh aksi ambil untung atau net sell yang dilakukan oleh investor asing di seluruh pasar.

Data RTI Business menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 273,47 miliar.

Aksi lepas saham oleh investor asing ini terfokus pada sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar yang menjadi penggerak indeks utama.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 214,98 miliar.

Di posisi kedua, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 109,74 miliar.

Selanjutnya, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut dilepas dengan nilai Rp 96,69 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul di urutan keempat dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 89,13 miliar.

Posisi kelima ditempati oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai Rp 79,6 miliar.

Emiten sektor pertambangan lain, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), mencatatkan net sell sebesar Rp 67,35 miliar.

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga masuk dalam daftar dengan nilai Rp 61,06 miliar.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 43,59 miliar.

Sementara itu, PT MNC Tourisme Indonesia Tbk (KPIG) mencatatkan angka Rp 37,0 miliar.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menutup daftar sepuluh besar saham yang paling banyak dijual asing dengan nilai Rp 31,75 miliar.

Koreksi tipis pada IHSG ini terjadi setelah indeks sempat menunjukkan performa positif pada beberapa hari perdagangan sebelumnya di awal bulan Agustus.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati dinamika arus modal asing yang masih cenderung keluar dari pasar saham Indonesia.

Kondisi ini diprediksi akan terus memengaruhi pergerakan indeks dalam jangka pendek seiring dengan sentimen ekonomi global.

Investor diharapkan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar