Jalin dan BACenter Kolaborasi Perkuat Sistem Pembayaran Pemerintah yang Inklusif

Ikhwan Setiawan

Jalin dan BACenter Kolaborasi Perkuat Sistem Pembayaran Pemerintah yang Inklusif

Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) untuk mengakselerasi pengembangan sistem pembayaran nasional berbasis riset.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani guna menyinergikan infrastruktur sistem pembayaran yang dikelola Jalin dengan keahlian riset ekonomi serta analisis kebijakan milik BACenter.

Langkah ini diambil untuk mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam aspek digitalisasi layanan publik dan efisiensi belanja negara.

Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan daerah serta memperluas jangkauan inklusi keuangan bagi masyarakat luas.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung transformasi digital nasional.

Menurutnya, setiap pengembangan sistem pembayaran tidak boleh sekadar berfokus pada aspek teknis atau produk semata.

Pengembangan harus didasarkan pada pemahaman mendalam mengenai kebutuhan masyarakat serta dampak ekonomi yang ingin dicapai.

“Karena itu, riset dan kajian kebijakan menjadi fondasi penting agar setiap solusi yang dikembangkan benar-benar tepat sasaran dan dapat diimplementasikan,” kata Ario sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (9/8).

Sinergi ini sekaligus memperkuat posisi Jalin sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia yang berkomitmen meningkatkan efisiensi proses bisnis negara.

Ketua Dewan Pembina BACenter, Burhanuddin Abdullah, menekankan bahwa sistem pembayaran merupakan elemen vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Ia merujuk pada amanat Pasal 33 ayat (2) UUD 1945 mengenai peran negara dalam menguasai sektor-sektor strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, penguasaan infrastruktur sistem pembayaran oleh negara melalui instrumen yang tepat menjadi sebuah keniscayaan.

“BACenter memiliki kapabilitas dalam riset dan analisis kebijakan, sementara Jalin memiliki pengalaman, teknologi, dan jaringan di dalam sistem pembayaran nasional. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang aplikatif untuk mendukung program pemerintah serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Langkah kolaboratif ini hadir di tengah tren kenaikan transaksi digital yang signifikan di Indonesia.

Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi melalui internet dan mobile banking, BI-FAST, serta BI-RTGS mencapai 16,07 miliar pada semester I 2026.

Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 36,88 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS bahkan melonjak hingga 100,12 persen secara tahunan, seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.

Transaksi QRIS antarnegara juga mencatatkan kinerja positif dengan nilai net inbound mencapai Rp1,52 triliun pada periode yang sama.

Peningkatan masif ini menegaskan betapa strategisnya peran sistem pembayaran dalam menopang aktivitas ekonomi nasional saat ini.

Ke depan, Jalin dan BACenter akan fokus merumuskan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan bukti empiris guna memperkuat pelaksanaan program strategis pemerintah.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar