Jakarta – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), entitas anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), resmi mengantongi fasilitas pinjaman senilai Rp 1,5 triliun dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Perjanjian kredit tersebut telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kesepakatan pembiayaan ini melibatkan PT Iforte Solusi Infotek yang berperan sebagai penjamin atas seluruh kewajiban Protelindo terhadap pihak bank.
Sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam dokumen perjanjian, fasilitas kredit ini memiliki tenor atau jangka waktu pengembalian selama 36 bulan.
Seluruh proses hukum yang mendasari transaksi ini sepenuhnya mengacu pada sistem hukum yang berlaku di Indonesia.
Manajemen PT Sarana Menara Nusantara Tbk mengungkapkan bahwa dana segar tersebut akan dialokasikan untuk mendukung operasional perusahaan secara luas.
Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara, Monalisa Irawan, menjelaskan bahwa salah satu prioritas utama penggunaan dana tersebut adalah untuk melakukan pembiayaan kembali atau refinancing atas utang-utang yang sudah ada sebelumnya.
“Tujuan korporasi umum Protelindo, termasuk pembiayaan kembali pinjaman yang ada,” ujar Monalisa dalam keterbukaan informasi yang dirilis, Senin (10/8/2026).
Monalisa menambahkan bahwa struktur transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Hal ini didasarkan pada posisi Protelindo sebagai anak usaha yang mayoritas sahamnya, yakni setidaknya 99 persen, dimiliki langsung oleh TOWR.
Selain itu, pemberian jaminan perusahaan oleh Iforte kepada CIMB Niaga juga diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi.
Langkah ini telah disesuaikan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait aturan transaksi afiliasi serta penanganan benturan kepentingan.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa perolehan fasilitas pinjaman ini tidak akan mengganggu stabilitas bisnis perseroan.
“Transaksi tidak memberikan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan,” kata Monalisa dikutip dari keterbukaan informasi resmi perusahaan, Selasa (11/8/2026).
Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk mengelola struktur permodalan secara lebih efisien.
Dengan adanya suntikan modal baru ini, Protelindo diharapkan memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih baik dalam menjalankan ekspansi bisnis menara telekomunikasi di masa mendatang.
Hingga saat ini, TOWR terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat fundamental keuangan melalui berbagai instrumen pendanaan perbankan.
Sinergi antara TOWR, Protelindo, dan Iforte menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional di tengah dinamika industri telekomunikasi yang menuntut ketersediaan infrastruktur masif.
Proses administrasi dan seluruh persyaratan terkait perjanjian kredit tersebut dipastikan telah memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik dan transparan bagi para pemegang saham.
























