Protelindo
Grup Djarum Perkuat Kendali atas Saham Bakrie Telecom
Agu. 24, 2026
Okt. 5, 2026
Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Protelindo, menerbitkan obligasi senilai Rp741,05 miliar dengan kupon hingga 7,65 persen. Dana hasil emisi ini akan digunakan perusahaan untuk melunasi utang bank, modal kerja, serta belanja modal pengembangan infrastruktur telekomunikasi.
Agu. 31, 2026
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi memperpanjang fasilitas kredit senilai Rp1,3 triliun melalui anak usahanya, Protelindo dan Iforte. Langkah strategis bersama Bank UOB Indonesia ini bertujuan menjaga likuiditas dan mengoptimalkan struktur modal grup untuk operasional ke depan.
Agu. 24, 2026
Grup Djarum resmi memperkuat kendali atas PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) melalui konversi obligasi menjadi 6,31 miliar saham baru. Aksi korporasi ini dilakukan oleh enam entitas terafiliasi di tengah upaya perusahaan telekomunikasi tersebut menghindari ancaman forced delisting dari Bursa Efek Indon...
Agu. 24, 2026
Protelindo, entitas bisnis Grup Djarum, resmi menjadi pemegang saham signifikan PT Bakrie Telecom Tbk dengan kepemilikan 10,86% setelah melakukan konversi Obligasi Wajib Konversi. Aksi ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi kewajiban perusahaan menjadi ekuitas.
Agu. 21, 2026
Protelindo resmi memperpanjang masa penawaran tender sukarela saham SUPR selama 30 hari hingga 23 September 2026. Dengan harga tetap Rp45.000 per lembar, langkah ini memberikan kesempatan lebih luas bagi pemegang saham publik sebelum rencana perusahaan menjadi tertutup atau go private.
Agu. 11, 2026
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha Sarana Menara Nusantara (TOWR), meraih fasilitas kredit senilai Rp 1,5 triliun dari CIMB Niaga. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional perusahaan serta pembiayaan kembali utang yang ada.
Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Protelindo, menerbitkan obligasi senilai Rp741,05 miliar dengan kupon hingga 7,65 persen. Dana hasil emisi ini akan digunakan perusahaan untuk melunasi utang bank, modal kerja, serta belanja modal pengembangan infrastruktur telekomunikasi.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan kebangkitan kinerja penjualan domestik yang signifikan dengan pertumbuhan di atas 15 persen. Pemulihan ini didorong oleh strategi inovasi produk yang agresif serta efisiensi biaya bahan baku, memperkuat optimisme perusahaan untuk terus berekspansi secara glo...

OJK terus mematangkan berbagai aturan turunan teknis untuk menyambut operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) yang dijadwalkan mulai berjalan efektif pada 1 Januari 2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan transisi wewenang dari Bappebti berjalan mulus dan transparan.

Di tengah tingginya suku bunga dan ketidakpastian ekonomi, korporasi kini lebih memilih menerbitkan obligasi daripada IPO. Langkah ini diambil untuk menghindari dilusi saham, meski perusahaan harus menanggung beban bunga yang lebih tinggi akibat meningkatnya premi risiko di pasar.





