Asbanda Dorong Transformasi Digital, Saldo Simpeda Capai Rp75 Triliun

Ikhwan Setiawan

Asbanda Dorong Transformasi Digital, Saldo Simpeda Capai Rp75 Triliun

Bengkulu – Tabungan Simpeda mencatatkan kinerja positif dengan total saldo yang dihimpun mencapai Rp74,86 triliun per Juni 2026.

Capaian ini mempertegas posisi produk tabungan bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia tersebut sebagai instrumen keuangan yang dipercaya masyarakat.

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) kini mulai mengarahkan transformasi Simpeda menuju layanan yang lebih digital dan transaksional.

Langkah ini diambil untuk memastikan Simpeda tetap relevan dengan perubahan perilaku nasabah yang menginginkan kemudahan akses perbankan dalam keseharian.

Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa dana yang terhimpun dari masyarakat tersebut dikelola secara prudent atau penuh kehati-hatian oleh seluruh BPD.

“Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Agus pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu, Senin (24/8/2026).

Transformasi digital yang diusung meliputi penguatan fitur pembayaran, transfer, transaksi belanja, hingga penggunaan layanan di berbagai merchant.

Agus menekankan bahwa fokus utama BPD saat ini adalah memodernisasi layanan tanpa meninggalkan nilai kedekatan dengan masyarakat daerah.

“Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Semakin modern, digital, dan mudah digunakan tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah,” kata Agus.

Strategi ini diharapkan mampu menjadikan Simpeda sebagai sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi fungsi intermediasi BPD.

Kekuatan kolektif dari 27 BPD di seluruh Indonesia menjadi modal utama dalam membangun retail banking franchise berskala nasional.

Asbanda berkomitmen untuk mengintegrasikan jaringan tersebut agar kekuatan lokal dapat memberikan dampak finansial yang signifikan secara nasional.

“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar,” ujar Agus.

Inovasi produk dan peningkatan kualitas layanan juga akan menyasar segmen generasi muda agar inklusi keuangan melalui BPD terus meningkat.

Momen penarikan undian nasional di Bengkulu sendiri dihadiri oleh sekitar 30 ribu masyarakat, yang turut memberikan dampak ekonomi bagi sektor UMKM, transportasi, dan perhotelan setempat.

Agus menegaskan bahwa bentuk apresiasi tertinggi BPD kepada nasabah bukan sekadar hadiah undian, melainkan jaminan keamanan dan kemudahan layanan.

“Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik,” tegas Agus.

Ke depan, Asbanda optimistis bahwa sinergi 27 BPD akan terus memperkuat peran bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar