Kinerja Diprediksi Pulih, Simak Rekomendasi Saham United Tractors Berikut Ini

Rayhan Akhari

Kinerja Diprediksi Pulih, Simak Rekomendasi Saham United Tractors Berikut Ini

Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) memproyeksikan tren pemulihan kinerja operasional yang lebih positif sepanjang paruh kedua tahun 2026.

Optimisme ini muncul setelah perusahaan menghadapi tekanan performa yang cukup signifikan pada semester pertama tahun ini.

President Director United Tractors, Iwan Hadiantoro, menyatakan bahwa perseroan telah mencatat sinyal perbaikan sejak memasuki bulan Juli 2026.

“Kita bisa lihat bahwa di tahun paruh kedua tahun 2026 dimulai bulan Juli ke depan ini, kita harapkan kondisinya berangsur membaik,” ujar Iwan dalam agenda public expose, Senin (7/9/2026).

Manajemen mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi katalis pertumbuhan di sisa tahun ini.

Faktor pertama adalah peningkatan produktivitas pada segmen tambang batu bara yang dikelola oleh perseroan.

Faktor kedua berkaitan dengan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diyakini akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional.

Faktor ketiga mencakup ekspektasi perbaikan pada penjualan alat berat, bisnis kontraktor penambangan, serta optimalisasi kinerja pada aset tambang emas perusahaan.

Khusus untuk Tambang Emas Martabe, Iwan menjelaskan bahwa aktivitas produksi telah kembali berjalan sejak akhir Mei 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa operasional tambang tersebut saat ini masih berada dalam fase pemulihan.

Pencapaian kapasitas produksi normal seperti tahun-tahun sebelumnya belum dapat terealisasi sepenuhnya dalam waktu dekat.

Proses pengembalian operasional penuh di Martabe saat ini sangat bergantung pada dua aspek krusial.

Perseroan harus memastikan kesiapan infrastruktur tambang dan ketersediaan tenaga kerja yang memadai secara bertahap.

Di sisi lain, analis dari Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie, memberikan pandangan mengenai tantangan yang masih membayangi perusahaan hingga akhir tahun.

Meskipun terdapat kendala, ia memprediksi kinerja operasional secara kuartalan (QoQ) akan menunjukkan perbaikan.

Pemulihan ini utamanya akan didorong oleh segmen emas yang kini tengah memasuki fase ramp up di Tambang Martabe.

Sebaliknya, segmen alat berat diprediksi masih akan menghadapi tekanan pasar yang cukup berat.

Kinerja segmen ini dinilai sangat bergantung pada realisasi RKAB yang diterapkan para pelaku industri di lapangan.

Adrian menyoroti bahwa pergerakan harga saham UNTR ke depan akan lebih banyak dipengaruhi oleh fundamental internal perusahaan.

Faktor pendukung utama meliputi arus kas yang stabil, rekam jejak pembagian dividen yang menarik, serta dukungan dari ekosistem Grup Astra.

“Secara operasional kinerja UNTR ke depan ditopang oleh pemulihan produksi Tambang Emas Martabe dan potensi harga emas yang masih tinggi. Dari sisi pemberat, alokasi RKAB 2026 yang lebih ketat masih menekan penjualan alat berat,” ucap Adrian, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan analisis fundamental tersebut, pihak sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham UNTR.

Target harga yang ditetapkan oleh analis untuk saham emiten alat berat ini berada di level Rp 28.000 per lembar saham.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar