IHSG Melonjak 1%, Cermati Saham dengan Net Buy Asing Terbesar

Rayhan Akhari

IHSG Melonjak 1%, Cermati Saham dengan Net Buy Asing Terbesar

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pemulihan yang signifikan pada perdagangan hari Rabu, 9 September 2026.

Pergerakan positif ini terjadi setelah indeks mencatatkan penguatan sebesar 1,00 persen atau setara dengan 66,76 poin pada penutupan sesi sebelumnya, Selasa (8/9/2026).

Posisi indeks kini bertengger di level 6.686,44.

Momentum kenaikan ini didorong oleh aksi beli masif yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal domestik.

Data bursa mencatat investor asing membukukan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp 398,12 miliar di seluruh pasar.

Mayoritas sektor saham memberikan kontribusi positif terhadap performa indeks secara keseluruhan.

Sektor yang mengalami penguatan signifikan di antaranya IDX Barang Baku, IDX Barang Konsumer Primer, dan IDX Perindustrian.

Selain itu, sektor energi, infrastruktur, keuangan, serta transportasi juga mencatatkan kinerja yang cukup solid.

Sepanjang sesi perdagangan kemarin, IHSG terpantau konsisten bergerak di zona hijau.

Rentang pergerakan indeks berada pada level terendah 6.636 hingga level tertinggi mencapai 6.696.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup ramai dengan total volume mencapai 37,50 miliar saham.

Nilai transaksi harian tercatat menembus angka Rp 15,75 triliun.

Secara keseluruhan, sebanyak 363 saham ditutup menguat, sementara 244 saham mengalami tekanan koreksi.

Sebanyak 185 saham lainnya tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Dominasi investor asing terlihat jelas pada daftar saham dengan nilai net buy terbesar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp 269,69 miliar.

Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 177,13 miliar.

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan beli bersih sebesar Rp 118,98 miliar.

Posisi keempat dan kelima ditempati oleh PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Masing-masing saham tersebut mencatatkan nilai net buy sebesar Rp 51,76 miliar dan Rp 44,73 miliar.

Selain itu, saham sektor energi dan konsumer juga menjadi sasaran akumulasi investor asing.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan net buy Rp 32,96 miliar.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusul dengan nilai Rp 31,39 miliar.

Kemudian, PT Indika Energy Tbk (INDY) dibeli bersih sebesar Rp 27,07 miliar.

Melengkapi daftar sepuluh besar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy Rp 24,43 miliar.

Terakhir, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan beli bersih sebesar Rp 24,22 miliar.

Kinerja positif pada Selasa lalu memberikan optimisme bagi para pelaku pasar untuk sesi perdagangan hari ini.

Analis pasar modal, dikutip dari data pasar resmi BEI, memproyeksikan IHSG berpeluang besar menguji kembali level psikologis di angka 6.700.

Kestabilan harga komoditas dan sentimen sektor perbankan dinilai menjadi pendorong utama arus modal masuk ke pasar saham domestik.

Investor diharapkan tetap mencermati dinamika global yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks di tengah upaya IHSG menembus level resistensi baru.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar