Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia resmi melakukan transformasi bisnis besar-besaran dengan memfokuskan strategi perusahaan pada sektor wealth management.
Langkah ini diambil sebagai respons atas perubahan tren investasi di pasar modal Indonesia yang semakin dinamis dan menuntut diversifikasi yang lebih kompleks.
Perusahaan menilai model bisnis traditional brokerage yang hanya berfokus pada instrumen saham kini tidak lagi memadai bagi basis nasabah kelas affluent yang terus bertumbuh.
Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menjelaskan bahwa pergeseran ini merupakan upaya untuk menyesuaikan diri dengan dinamika ekonomi global yang fluktuatif.
“Karena saham belum tentu cocok untuk segala situasi, kondisi market, dan risk profile nasabah. Nasabah juga tidak harus selalu berfokus mengakselerasi pertumbuhan aset, namun harus juga memperhitungkan pengelolaan risiko,” ujar Tomi sebagaimana dikutip dari wawancara eksklusif, Rabu (2/9/2026).
Strategi inti dalam transformasi ini adalah peralihan orientasi layanan dari yang semula product-centric menjadi client-centric.
Pendekatan ini mengutamakan pemahaman mendalam terhadap profil risiko serta tujuan keuangan spesifik dari setiap nasabah sebelum menentukan instrumen investasi yang tepat.
“Sekarang kalau berbicara client-centric, hal paling pertama yang harus dibangun pada saat pendekatan adalah penyesuaian kebutuhan nasabah. Mirae Asset bisa pelajari dulu risk profile nasabah dan tujuan investasinya,” tambah Tomi.
Untuk memperkuat posisi di pasar, perusahaan memanfaatkan jaringan distribusi nasional yang mencakup 24 Office Education di seluruh Indonesia.
Selain itu, Mirae Asset mengoptimalkan koneksi globalnya yang tersebar di 47 negara untuk memberikan akses investasi yang lebih luas bagi nasabah domestik.
Langkah ini dianggap krusial mengingat data menunjukkan bahwa sekitar 31% kekayaan investor High-Net-Worth (HNW) di Indonesia saat ini ditempatkan pada portofolio luar negeri.
Nasabah nantinya akan mendapatkan akses langsung ke lini produk Global X, yang mengelola 769 instrumen Exchange Traded Fund (ETF) dengan total aset kelolaan mencapai USD275 miliar.
Dari sisi teknologi, perusahaan mengintegrasikan layanan tersebut melalui aplikasi M-STOCK untuk memudahkan nasabah melakukan konsolidasi portofolio secara terpusat.
Platform ini memungkinkan pengguna memantau berbagai instrumen investasi, mulai dari saham dan reksa dana hingga obligasi, dalam satu antarmuka digital.
Layanan wealth management ini dipastikan tidak hanya mengejar imbal hasil jangka pendek, melainkan menjaga ketahanan aset nasabah dari risiko penyusutan nilai saat pasar bergejolak.
“Karena Mirae Asset hadir tidak hanya memikirkan return yang tinggi. Tapi bagaimana kita bantu nasabah supaya aset mereka tidak tergerus. Makanya dengan produk yang kita tawarkan ini, dengan ramuan yang pas, dengan advisory yang memang bisa diterima, satu tujuan return kita capai,” pungkas Tomi.
Langkah strategis ini menandai babak baru bagi perusahaan dalam menargetkan segmen investor yang membutuhkan manajemen risiko lebih terukur dibandingkan sekadar aktivitas perdagangan saham harian.


















