Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan strategi pembagian dividen interim secara kuartalan sepanjang tahun 2026 sekaligus menetapkan target pertumbuhan kredit yang agresif di angka 10 persen.
Kebijakan pembagian dividen ini menjadi langkah strategis perseroan untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham.
Sekretaris Perusahaan BCA, Rudy Budiardjo, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menjadwalkan pembayaran dividen interim sebesar Rp25 per lembar saham pada 16 September 2026.
Perseroan juga merencanakan pembagian dividen interim lanjutan yang akan dilaksanakan pada Desember 2026 mendatang.
Proses distribusi dividen akan disempurnakan dengan pembayaran dividen final yang dijadwalkan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2027.
Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio BCA tercatat berada di level 72 persen, mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 68 persen.
“Rencana kami juga akan meningkatkan payout ratio lebih lanjut, tapi tentunya akan melihat kondisi dan kinerja keuangan,” ujar Rudy dalam paparan publik 2026, Rabu (9/9).
Direktur BCA, Vera Eve Lim, menambahkan bahwa pola pembagian dividen interim secara kuartalan merupakan inisiatif baru yang baru diterapkan perseroan pada tahun berjalan ini.
Sebelumnya, BCA telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp20 per saham pada Juni 2026.
Sejalan dengan kebijakan dividen, BCA turut memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 dapat mencapai batas atas target perseroan, yakni di kisaran 8 hingga 10 persen.
Vera menjelaskan bahwa ekspansi kredit tersebut utamanya didorong oleh permintaan dari segmen korporasi yang terus meningkat.
Sektor-sektor utama yang menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit meliputi perkebunan kelapa sawit, mineral, perikanan, logistik, pusat data (data center), serta telekomunikasi.
Di sisi lain, BCA terus memperkuat penetrasi layanan wealth management melalui gelaran BCA Wealth Summit 2026.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung secara luring pada 16 hingga 17 September 2026, dan dilanjutkan secara daring hingga 2 Oktober 2026.
Direktur BCA, Haryanto T Budiman, menyoroti peningkatan signifikan pada dana kelolaan atau asset under management (AUM) perseroan.
Hingga Juni 2026, nilai AUM BCA telah menyentuh angka Rp339 triliun atau tumbuh 16 persen secara tahunan.
Capaian tersebut melonjak tajam dibandingkan saat BCA Wealth Summit pertama kali diselenggarakan pada tahun 2022, di mana AUM saat itu tercatat sebesar Rp139 triliun.
Pertumbuhan aset ini selaras dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta dana murah atau current account saving account (CASA) milik perseroan.
Haryanto menilai fenomena tersebut mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia yang semakin tinggi terhadap pentingnya instrumen investasi.
“Itu menunjukkan bahwa masyarakat di Indonesia ini semakin paham perlunya untuk melakukan investasi,” kata Haryanto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/9).
Melalui inisiatif ini, BCA berkomitmen untuk terus menyediakan solusi layanan keuangan yang relevan guna membantu nasabah mengelola, melindungi, dan mewariskan kekayaan secara berkelanjutan di tengah dinamika pasar.























