Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan di zona merah pada Kamis (10/9/2026) setelah mengalami tekanan jual yang cukup intensif dari investor asing.
Indeks tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0,12 persen dan parkir di level 6.678,20.
Kondisi pasar sepanjang hari kemarin menunjukkan dinamika yang cukup volatil bagi para pelaku pasar.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks sempat menyentuh titik terendah di level 6.642.
Sementara itu, level tertinggi yang sempat dicapai indeks berada pada posisi 6.707.
Volume perdagangan saham di pasar modal domestik tergolong cukup aktif dengan total mencapai 34,50 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai angka Rp 16,16 triliun.
Secara teknikal, pergerakan saham di papan bursa menunjukkan dominasi tekanan jual yang tipis.
Sebanyak 317 saham terpantau melemah saat penutupan perdagangan.
Di sisi lain, terdapat 308 saham yang mampu bertahan di zona hijau atau menguat.
Sebanyak 169 saham lainnya tetap stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Aksi lepas saham oleh investor asing menjadi salah satu sentimen pemberat bagi pergerakan indeks.
Investor luar negeri mencatatkan nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 438,87 miliar di seluruh pasar.
Fenomena net sell ini terutama terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp 638,62 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih sebesar Rp 166,36 miliar.
Selanjutnya, investor asing juga melepas saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai Rp 142,49 miliar.
Saham PT Astra International Tbk (ASII) turut mengalami tekanan jual dengan nilai Rp 68,61 miliar.
Berikutnya adalah PT Kalbe Farma Tbk (KBLF) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 45,32 miliar.
Daftar saham yang dilepas asing juga mencakup PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) senilai Rp 42,88 miliar.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pun tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp 40,8 miliar.
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan net sell senilai Rp 40,16 miliar.
Kemudian, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berada di urutan kesembilan dengan nilai jual bersih Rp 35,97 miliar.
Terakhir, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melengkapi daftar sepuluh besar saham dengan net sell asing sebesar Rp 24,27 miliar.
Meskipun terjadi tekanan pada perdagangan kemarin, para analis pasar modal tetap menyoroti tren jangka panjang IHSG.
Optimisme pasar masih terjaga dengan adanya proyeksi kenaikan indeks hingga akhir tahun 2026.
Target optimis indeks dipatok berada pada level 7.200 seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi berkelanjutan.
Tren penguatan ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir September mendatang.
Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati rilis data ekonomi makro yang dapat memengaruhi sentimen investor ke depan.
Koreksi yang terjadi saat ini dinilai wajar sebagai bentuk aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan pada hari sebelumnya.




















