Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Kamis, 10 September 2026.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG berpotensi mengalami tekanan jual setelah pada penutupan perdagangan Rabu (9/9) indeks terkoreksi 0,12% ke level 6.678.
Analisis teknikal menunjukkan bahwa IHSG saat ini berada di akhir wave v dari wave (c).
Investor disarankan untuk tetap mencermati potensi kenaikan indeks yang bergerak menuju area 6.736–6.812.
“Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi terdekat ke rentang 6.643–6.653,” ujar Herditya dalam risetnya, Kamis (10/9).
MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di kisaran 6.610–6.561, sementara level resistance diproyeksikan pada rentang 6.705–6.755.
Sebagai informasi, support merupakan level harga yang dianggap sebagai titik terendah di mana daya beli biasanya meningkat, sementara resistance adalah titik tertinggi yang sering memicu aksi jual.
Terkait strategi investasi, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) pada rentang harga Rp 151–Rp 156.
Target harga untuk saham BIPI dipatok di kisaran Rp 175–Rp 186 dengan level stoploss di bawah Rp 147.
Selain itu, saham PT Timah Tbk (TINS) mendapatkan rekomendasi trading buy di area Rp 4.220–Rp 4.470.
Target harga TINS diproyeksikan mencapai Rp 4.720–Rp 4.820 dengan batas stoploss di bawah Rp 4.120.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak Brent yang menembus level US$ 100 per barel.
Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada volatilitas pasar modal.
Secara teknikal, IHSG terpantau masih bertahan di atas MA5 dengan indikator Stochastic RSI yang berpotensi membentuk golden cross di area pivot.
Meskipun demikian, histogram positif pada indikator MACD mulai menunjukkan penyempitan.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 6.600–6.700 pada perdagangan hari ini.
Dari sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia mengalami peningkatan menjadi 118,5 pada Agustus 2026 dari sebelumnya 116,8 pada Juli 2026.
Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif pertama dalam empat bulan terakhir yang didorong oleh optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat naik ke level 109,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tumbuh ke angka 127,6.
“Sementara itu data penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 3,3% YoY di Juli, setelah turun 3% YoY di Juni 2026,” catat Phintraco Sekuritas.
Sektor otomotif mencatatkan kinerja beragam, dengan penjualan mobil melonjak 32,4% secara tahunan menjadi 81.756 unit pada Agustus 2026, yang didorong oleh ajang pameran GIIAS 2026.
Namun, laju pertumbuhan penjualan sepeda motor melambat menjadi 3,18% pada periode yang sama akibat tekanan inflasi.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).





















