Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi menguasai seluruh kepemilikan saham di PT Telkom Data Ekosistem (TDE) setelah merampungkan akuisisi saham yang sebelumnya dipegang oleh PT Sigma Cipta Caraka atau Telkomsigma.
Langkah korporasi ini menjadikan Telkom sebagai pemegang saham tunggal dengan total kepemilikan mencapai 100 persen.
Proses pengalihan saham tersebut secara resmi diselesaikan pada 17 September 2026.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Minggu (20/9/2026), Telkom mengakuisisi 1.445.020 saham Seri A.
Selain itu, perseroan juga membeli 2.015.637.361.776 saham Seri B milik Telkomsigma.
Volume saham yang dibeli tersebut merepresentasikan 19,19 persen dari total saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh oleh TDE.
Dengan selesainya transaksi ini, Telkom kini mencatatkan kepemilikan atas 10.504.517.594.408 saham TDE.
Manajemen Telkom menegaskan bahwa aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung inisiatif Unlock Data Center (DC) Co melalui kemitraan strategis.
Selain itu, langkah ini merupakan bagian dari program streamlining atau perampingan struktur bisnis di lingkup Telkom Group.
Sebelumnya, struktur kepemilikan TDE masih terbagi antara Telkom sebagai induk dan Telkomsigma yang berstatus sebagai entitas anak perusahaan.
Melalui konsolidasi ini, Telkom kini memiliki kendali langsung secara penuh terhadap TDE.
Pihak perseroan memastikan bahwa transaksi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan secara konsolidasian.
Hal ini dikarenakan transaksi dilakukan antar entitas dalam satu grup usaha, yakni antara Telkom dengan anak perusahaannya sendiri.
Manajemen menjelaskan, “Transaksi ini merupakan informasi atau fakta material bagi Telkom serta termasuk transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan,” dikutip dari keterbukaan informasi resmi, Minggu (20/9/2026).
Meski dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, Telkom memastikan bahwa proses tersebut tidak mengandung benturan kepentingan.
Perusahaan juga berkomitmen untuk mematuhi seluruh kewajiban dan regulasi yang berlaku terkait pelaksanaan transaksi ini.
Penguatan posisi di sektor pusat data ini sejalan dengan ambisi Telkom untuk terus memperluas kapasitas infrastruktur digitalnya.
Pengembangan bisnis data center diproyeksikan akan menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan perusahaan hingga akhir tahun 2026.
Saat ini, Telkom juga tengah berupaya mencari mitra strategis untuk memperkuat ekosistem pusat data mereka.
Target kemitraan strategis tersebut diharapkan dapat tuntas sepenuhnya sebelum penghujung tahun 2026.
Langkah ini mempertegas fokus strategis Telkom dalam mengakselerasi transformasi digital nasional melalui penyediaan infrastruktur data center yang lebih terintegrasi dan efisien.






















