Jakarta – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) diprediksi akan mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga penghujung tahun 2026.
Optimisme ini didorong oleh akselerasi pertumbuhan penjualan toko yang sama atau same-store sales growth (SSSG) yang konsisten meningkat.
Hingga periode delapan bulan pertama 2026, ACES mencatatkan SSSG sebesar 2,4%.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan capaian pada Juli 2026 yang berada di posisi 2,0%.
Momentum penjualan perusahaan terus terjaga dengan baik hingga memasuki bulan September 2026 ini.
Data penjualan month-to-date pada September tercatat melampaui laju penjualan sepanjang Agustus lalu.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai prospek ACES tetap cerah hingga akhir tahun.
Menurutnya, momentum penjualan yang kuat serta pembukaan gerai baru menjadi motor penggerak utama bagi perusahaan.
“Momentum penjualan dan pembukaan gerai baru berpotensi menopang pertumbuhan kinerja pada paruh kedua 2026,” ujar Azis dikutip dari riset yang dirilis Rabu (23/9/2026).
Ia menambahkan, target pertumbuhan penjualan perseroan saat ini masih berada di rentang guidance sebesar 6% hingga 8%.
Di sisi lain, Head of Research KISI, Muhammad Wafi, turut memberikan pandangan konstruktif terhadap emiten tersebut.
Ia menyoroti pencapaian laba bersih pada semester pertama 2026 yang melonjak hingga 33,3%.
Pertumbuhan laba tersebut jauh melampaui pertumbuhan penjualan yang berada di angka 6,3%.
“Kondisi tersebut menunjukkan pengungkit operasional melalui perbaikan margin,” ungkap Wafi dalam analisisnya, Rabu (23/9/2026).
Strategi ekspansi melalui merek AZKO dan NEKA kini menjadi fokus perhatian utama para pelaku pasar.
Perusahaan telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sekitar Rp400 miliar hingga Rp450 miliar untuk proyek tersebut.
Namun, gerai baru membutuhkan waktu maturasi selama 12 hingga 18 bulan ke depan.
Kontribusi penuh dari ekspansi ini diperkirakan baru akan memberikan dampak signifikan pada laporan keuangan tahun 2027.
Terdapat sejumlah tantangan yang harus dimitigasi oleh manajemen perseroan dalam jangka menengah.
Risiko tersebut meliputi proses transisi merek AZKO dan NEKA serta persaingan ketat di sektor ritel.
Persaingan ini semakin menantang seiring dengan kehadiran Ace Hardware yang kini dikelola di bawah naungan MAPI.
Terlepas dari tantangan tersebut, Azis memberikan rekomendasi trading buy untuk saham ACES.
Target harga saham perseroan dipatok pada kisaran Rp364 hingga Rp368 per lembar.
Katalis utama yang dipantau investor ke depan adalah konsistensi SSSG serta efektivitas kontribusi dari gerai-gerai baru.






















