Jakarta – Tekanan ekonomi global yang memicu ketidakpastian daya beli masyarakat kini secara nyata mengubah perilaku investasi emas di Indonesia.
Fenomena ini paling mencolok terjadi pada segmen generasi Z dan milenial yang tetap mempertahankan minat investasi meski dengan penyesuaian strategi.
Konsumen kini lebih memilih produk emas dengan gramasi yang lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Galeri Dua Puluh Empat (Galeri 24), Ihdina Intri Rahma, mengonfirmasi pergeseran tren tersebut dalam acara Gold & Jewellery Fair, Rabu (30/9/2026).
Menurut Ihdina, transaksi yang sebelumnya didominasi oleh pecahan emas batangan 5 gram hingga 10 gram, kini beralih ke ukuran 1 gram atau lebih kecil.
“Memang, dengan ekonomi seperti ini, masyarakat mulai lebih aware bahwa emas itu investasi yang aman. Mereka merasa harus berinvestasi di tempat yang lebih aman,” ujar Ihdina, dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Kamis (1/10/2026).
Data internal perusahaan mencatat lonjakan permintaan pada emas batangan dengan pecahan mulai dari 0,01 gram hingga 0,5 gram.
Strategi ini dinilai sebagai respons cerdas generasi muda dalam menyeimbangkan perencanaan keuangan dengan kemampuan daya beli yang sedang tertekan.
Emas kini tidak lagi dipandang sebagai instrumen mewah yang sulit dijangkau, melainkan aset yang aksesibel bagi mereka yang baru memulai investasi.
Perubahan pola konsumsi ini juga berdampak signifikan pada segmen pasar perhiasan emas.
Generasi Z saat ini cenderung menghindari perhiasan dengan ukuran besar yang mencolok atau bersifat pamer.
Mereka lebih memprioritaskan desain yang sederhana, minimalis, dan fungsional untuk penggunaan sehari-hari.
“Gen Z bukan tipe yang suka flexing dengan perhiasan besar. Mereka lebih memilih yang simple untuk daily maupun kebutuhan momen tertentu,” jelas Ihdina.
Pergeseran ini mengindikasikan pergeseran nilai emas di mata anak muda, yakni dari sekadar simbol status sosial menjadi kebutuhan finansial yang terintegrasi dengan gaya hidup.
Merespons tren tersebut, Galeri 24 telah melakukan penyesuaian ketersediaan stok emas batangan mulai dari pecahan 0,01 gram hingga 5 gram.
Langkah ini diharapkan mampu menangkap peluang pasar yang lebih luas di tengah fluktuasi ekonomi nasional.
Perusahaan kini tengah menggelar pameran Gold & Jewellery Fair yang berlangsung di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, mulai 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Dalam ajang tersebut, manajemen menargetkan total penjualan emas mencapai 21 kilogram.
Selain mengejar target volume penjualan, pameran ini berfungsi sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya instrumen investasi emas bagi masyarakat luas.
Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya skema buyback atau pembelian kembali sebagai elemen krusial yang menjaga likuiditas dan nilai jual aset bagi investor.
Dengan adanya kemudahan akses melalui gramasi kecil, investasi emas kini diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama bagi generasi muda di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.





















