IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cermati Level Ini pada Perdagangan Rabu

persen

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cermati Level Ini pada Perdagangan Rabu

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (7/10/2026), setelah berhasil menembus level psikologis 6.190 pada sesi sebelumnya.

Sentimen positif pasar didorong oleh performa teknikal yang solid serta membaiknya indikator makroekonomi global.

IHSG sebelumnya mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,21% atau 74,07 poin, hingga ditutup pada level 6.192,93 pada perdagangan Selasa (6/10/2026).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyatakan bahwa momentum kenaikan ini didukung oleh posisi indeks yang telah melampaui Moving Average 10 (MA10).

Selain itu, penyempitan pada histogram negatif MACD serta penguatan Stochastic RSI di area pivot memberikan sinyal kelanjutan tren bullish.

“Semua sektor menguat dengan penguatan terbesar pada sektor transportasi dan teknologi,” ujar Alrich sebagaimana dikutip dari laporan resmi analis (6/10/2026).

Ia menambahkan bahwa koreksi harga minyak mentah dunia menjadi katalis utama bagi pasar modal domestik saat ini.

Harga minyak Brent dilaporkan turun ke bawah level USD 100 per barel setelah adanya indikasi pemulihan ekspor dari kawasan Timur Tengah.

Menurut Alrich, penurunan harga komoditas energi tersebut dipandang positif karena mampu meredam tekanan inflasi domestik.

Situasi ini juga dinilai efektif dalam mengurangi risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak menguji rentang level resistensi di kisaran 6.230 hingga 6.280.

Pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data cadangan devisa Indonesia periode September 2026 yang dijadwalkan keluar pada hari ini.

Di sisi lain, penguatan IHSG juga mendapat konfirmasi dari perbaikan indikator teknikal yang dipantau oleh Research Analyst Bumiputera Sekuritas, Muhammad Thoriq Fadilla.

Thoriq mencatat bahwa indeks telah berhasil melewati area dynamic resistance di level 6.175.

Meskipun demikian, IHSG masih harus menghadapi tantangan berupa resistance klasik yang berada di sekitar level 6.210.

Secara momentum, indikator stochastic telah membentuk pola bullish crossover dari area oversold yang menandakan minat beli investor mulai meningkat.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.175-6.200, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 6.280-6.335,” ujar Thoriq dalam analisisnya.

Ia menambahkan, jika momentum beli terus berlanjut, indeks memiliki potensi untuk menyentuh level 6.370.

Namun, ia juga memberikan peringatan terhadap skenario pembalikan arah atau koreksi teknikal.

Jika IHSG gagal mempertahankan posisinya dan kembali turun di bawah level 6.120, maka skenario penguatan akan melemah.

Dalam kondisi tersebut, indeks berisiko kembali menguji area support kuat di rentang 6.020 hingga 5.931.

Stabilitas Rupiah yang menguat 0,12% ke level Rp17.892 per dolar AS turut memberikan ruang gerak bagi investor untuk mengakumulasi saham.

Secara keseluruhan, pasar saat ini menunjukkan optimisme yang lebih tinggi dibandingkan sesi-sesi sebelumnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar