IHSG Masih Bergerak Mendatar Sepanjang Pekan Ini
Agu. 28, 2026
Agu. 28, 2026
IHSG menutup perdagangan pekan ini dengan koreksi tipis 0,12% akibat sikap hati-hati pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi global. Meski bergerak mendatar, analis memproyeksikan potensi penguatan terbatas pada awal pekan depan seiring dengan antisipasi data ekonomi dan rebalancing MSCI.
Agu. 6, 2026
dengan prospek stabil bagi PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP). Peringkat ini didukung oleh pendapatan berulang yang kuat serta posisi solid perusahaan di sektor properti dan perhotelan nasional.
Jul. 25, 2026
IHSG menutup pekan dengan pelemahan tipis ke level 6.196,43 di tengah pola konsolidasi pasar. Investor kini cenderung selektif dalam merespons sentimen global, kebijakan suku bunga, serta menantikan rilis laporan keuangan emiten semester I-2026.
Jul. 23, 2026
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 17.914 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang kompak bergerak positif di tengah pelemahan indeks dolar AS secara global.
Jul. 16, 2026
IHSG melanjutkan reli selama enam hari berturut-turut dengan menguat 0,28% ke level 6.058 pada pembukaan perdagangan hari ini. Kenaikan ini ditopang oleh performa positif sejumlah sektor, dengan SMGR, AMMN, dan ISAT memimpin jajaran top gainers di awal sesi.
Jul. 6, 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan penguatan signifikan sebesar 0,94 persen ke level 5.930. Sebanyak 348 saham tercatat berada di zona hijau, mencerminkan tingginya antusiasme investor di tengah dinamika pasar regional.
IHSG ditutup melemah tipis 0,06% ke level 6.518 pada perdagangan akhir pekan. Tekanan jual yang mendominasi pasar membuat sejumlah saham seperti IMPC, UNTR, dan BNBR terkoreksi meski sektor perbankan big caps tetap bertahan sebagai penopang indeks.

Cadangan minyak strategis Amerika Serikat kini berada di level terendah dalam empat dekade terakhir. Penipisan stok ini membatasi fleksibilitas pasar dalam merespons gangguan pasokan global, sehingga investor perlu mencermati data persediaan energi ke depan.

IHSG menutup perdagangan pekan ini dengan koreksi tipis 0,12% akibat sikap hati-hati pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi global. Meski bergerak mendatar, analis memproyeksikan potensi penguatan terbatas pada awal pekan depan seiring dengan antisipasi data ekonomi dan rebalancing MSCI.

Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi seiring meredanya kekhawatiran pasokan di Selat Hormuz pasca kesepakatan navigasi Iran dan Oman. Meski tren jangka pendek melemah, pasar tetap mewaspadai potensi volatilitas harga hingga akhir tahun akibat ketidakpastian geopolitik dan kebijakan OPEC+.






