IHSG Menguat ke 6.052 Sesi I, HRTA hingga TLKM Memimpin Penguatan

Rayhan Akhari

IHSG Menguat ke 6.052 Sesi I, HRTA hingga TLKM Memimpin Penguatan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan jual pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (9/10/2026).

Indeks acuan saham nasional ini mencatatkan penguatan sebesar 0,35% ke level 6.052,51.

Performa positif ini terjadi setelah IHSG sempat bergerak fluktuatif dan terperosok ke zona merah pada pembukaan perdagangan.

Data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business menunjukkan bahwa optimisme pasar mulai kembali mendominasi.

Kenaikan indeks secara keseluruhan didorong oleh penguatan pada mayoritas sektor saham.

Sektor barang baku menjadi pemimpin kenaikan dengan apresiasi sebesar 0,94%.

Sektor perindustrian menyusul dengan penguatan 0,59% dan sektor keuangan naik 0,54%.

Selain itu, sektor transportasi serta kesehatan turut memberikan kontribusi positif masing-masing sebesar 0,50% dan 0,39%.

Secara total, sebanyak 311 saham terpantau berada di zona hijau pada sesi siang ini.

Sebaliknya, terdapat 298 saham yang mengalami koreksi harga.

Sementara itu, sebanyak 176 saham lainnya tercatat tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Aktivitas perdagangan domestik terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 19,01 miliar lembar saham.

Nilai transaksi yang berhasil dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 4,58 triliun.

Di jajaran saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45, sejumlah emiten mencatatkan performa gemilang.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 4,33% ke level Rp 2.170 per lembar saham.

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga mencatatkan penguatan sebesar 2,67% menjadi Rp 1.540 per lembar saham.

Selanjutnya, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut menguat 2,65% ke posisi Rp 2.320 per lembar saham.

Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa saham penghuni LQ45 lainnya.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memimpin daftar top losers dengan pelemahan 3,33% ke harga Rp 29 per saham.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyusul dengan koreksi 2,43% ke level Rp 1.405 per saham.

Selain itu, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) juga tertekan sebesar 1,72% dan ditutup di harga Rp 570 per saham pada sesi pertama.

Secara teknikal, kemampuan IHSG untuk bertahan di zona hijau memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar di tengah volatilitas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sentimen positif dari sektor komoditas dan finansial dinilai menjadi katalis utama bagi pergerakan indeks hari ini.

Para analis memantau ketat stabilitas nilai transaksi guna melihat proyeksi pergerakan IHSG pada sesi perdagangan kedua nanti.

Kestabilan indeks ini menjadi indikator penting bagi investor dalam merespons dinamika pasar modal Indonesia di penghujung pekan ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar