IHSG Anjlok 1,87%, Cermati Deretan Saham yang Dilepas Asing

Ikhwan Setiawan

IHSG Anjlok 1,87%, Cermati Deretan Saham yang Dilepas Asing

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026).

Indeks acuan domestik tersebut tercatat anjlok sebesar 1,87 persen atau setara dengan penurunan 115 poin.

Posisi IHSG berakhir di level 6.031,28 saat sesi perdagangan berakhir.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pergerakan indeks sepanjang hari didominasi oleh zona merah.

Rentang perdagangan harian berada pada titik terendah di 6.031 dan menyentuh level tertinggi di 6.179.

Sentimen negatif menyelimuti pasar saham nasional yang tercermin dari mayoritas emiten yang ditutup melemah.

Terdapat 497 saham yang mencatatkan penurunan harga di papan bursa.

Di sisi lain, hanya 171 saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Sebanyak 119 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Aktivitas perdagangan domestik tetap berlangsung dengan volume yang cukup masif.

Total volume transaksi saham mencapai 63,19 miliar lembar.

Nilai transaksi harian yang tercatat di bursa mencapai Rp 12,79 triliun.

Tekanan pada indeks juga dipicu oleh aksi jual investor asing yang masih berlangsung secara masif.

Investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 867,27 miliar di seluruh pasar.

Dominasi tekanan jual asing terlihat dari daftar saham berkapitalisasi pasar besar yang menjadi sasaran pelepasan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp 207,29 miliar.

Peringkat kedua diisi oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 189,88 miliar.

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan net sell sebesar Rp 64,01 miliar.

PT United Tractors Tbk (UNTR) menyusul dengan nilai pelepasan sebesar Rp 56,33 miliar.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut mencatatkan net sell asing senilai Rp 55,91 miliar.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalami tekanan jual asing sebesar Rp 51,27 miliar.

Kemudian, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat nilai jual bersih asing Rp 44,21 miliar.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berada di posisi kedelapan dengan nilai Rp 34,48 miliar.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami tekanan jual asing sebesar Rp 26,86 miliar.

Terakhir, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 17,1 miliar.

Kondisi pasar yang tertekan ini menunjukkan kehati-hatian investor dalam merespons dinamika ekonomi terkini.

Pelemahan IHSG pada Kamis kemarin merupakan kelanjutan dari tren negatif yang terjadi sehari sebelumnya.

Para pelaku pasar kini menanti arah kebijakan dan sentimen ekonomi baru untuk perdagangan Jumat (9/10/2026).

Kinerja emiten perbankan masih menjadi perhatian utama karena dominasinya dalam pergerakan indeks.

Koreksi harga saham yang terjadi hari ini memberikan ruang bagi investor domestik untuk mencermati peluang akumulasi di harga yang lebih rendah.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar