Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki peluang untuk kembali menguat atau rebound pada perdagangan hari ini, Jumat (9/10/2026).
Optimisme pasar muncul setelah indeks mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Kamis, IHSG tercatat terkoreksi sebesar 1,88 persen ke posisi 6.031.
Pelemahan tersebut dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai angka Rp848 miliar.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi lepas kepemilikan oleh investor asing.
Beberapa emiten tersebut meliputi BBRI, BMRI, AMMN, ANTM, hingga TLKM.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menjelaskan bahwa indeks saat ini sedang berada dalam fase pengujian krusial.
“IHSG berpotensi tes support kuat di level 6.000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound,” ujarnya dikutip dari analisis riset BNI Sekuritas, Jumat (9/10/2026).
Menurut data teknikal, level support IHSG saat ini dipetakan berada pada kisaran 5.950 hingga 6.000.
Sementara itu, level resistance indeks diproyeksikan berada pada rentang 6.070 hingga 6.120.
Kondisi pasar yang masih dibayangi volatilitas tinggi menuntut investor untuk tetap bersikap waspada.
Penerapan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci utama dalam menjaga portofolio investasi di tengah ketidakpastian pasar.
Para investor juga diimbau agar lebih selektif dalam memilih saham yang memiliki fundamental kuat atau prospek teknikal yang menarik.
Untuk perdagangan hari ini, terdapat enam emiten yang masuk dalam daftar rekomendasi dengan strategi speculative buy.
Saham pertama adalah MEDC dengan area beli di rentang 1.420–1.445, target harga 1.455–1.475, dan batasan cut loss di bawah 1.420.
Selanjutnya, saham DSSA direkomendasikan pada area beli 1.075–1.100 dengan target harga 1.125–1.155 dan cut loss di bawah 1.055.
Saham DEWA juga masuk dalam daftar dengan area beli 350–356, target harga 364–376, serta cut loss di bawah 350.
Selain itu, saham BRIS disarankan untuk area beli di 1.335 dengan target harga 1.365–1.400 dan cut loss di bawah 1.300.
Emiten ISAT turut direkomendasikan dengan area beli 2.110–2.140, target harga 2.170–2.200, serta cut loss di bawah 2.100.
Terakhir, saham ADMR disarankan pada area beli 1.480–1.500 dengan target harga 1.530–1.550 dan cut loss di bawah 1.480.
Seluruh rekomendasi ini didasarkan pada perhitungan teknikal yang mempertimbangkan momentum pergerakan harga terkini.
Investor diharapkan tetap memantau perkembangan sentimen pasar global yang sering kali memberikan dampak langsung terhadap pergerakan bursa domestik.
Keputusan transaksi sepenuhnya tetap berada di tangan masing-masing pelaku pasar.



















