Amman Mineral Genjot Proyek Tambang Elang, Laba Tembus Rp 8,89 Triliun

persen

Amman Mineral Genjot Proyek Tambang Elang, Laba Tembus Rp 8,89 Triliun

Jakarta – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I 2026.

Perusahaan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 497,92 juta atau setara dengan Rp 8,89 triliun.

Capaian ini menjadi titik balik krusial setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan sempat mencatatkan kerugian sebesar US$ 148,72 juta.

Lonjakan laba tersebut didorong oleh pendapatan yang melesat tajam hingga 1.023,2 persen secara tahunan menjadi US$ 2,05 miliar atau sekitar Rp 36,58 triliun.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan konsentrat yang mencapai US$ 1,078 miliar, diikuti oleh penjualan katoda tembaga sebesar US$ 663 juta dan emas murni senilai US$ 311 juta.

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, menyatakan bahwa kinerja positif ini dipicu oleh peningkatan produksi secara menyeluruh di seluruh lini operasional perusahaan.

“Kinerja AMMAN pada semester I 2026 menunjukkan kenaikan signifikan, terutama dari sisi produksi di seluruh operasi AMMN,” ujar Arief sebagaimana dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Senin (21/9).

Data perusahaan mencatat produksi konsentrat melonjak 81 persen menjadi 347.307 metrik ton kering, sementara produksi tembaga naik 136 persen dan emas melesat 481 persen.

Kenaikan produktivitas ini ditopang oleh aktivitas penambangan bijih segar yang lebih intensif serta peningkatan kadar bijih yang diolah.

Di sisi lain, perusahaan juga berhasil menekan belanja modal hingga 82 persen menjadi US$ 130 juta karena proyek ekspansi utama telah mendekati tahap penyelesaian.

Direktur Keuangan AMMAN, Anthony Mathias, menambahkan bahwa penguatan arus kas memungkinkan perusahaan untuk mempercepat pelunasan kewajiban utang.

“Sehingga utang bersih turun 13 persen menjadi US$ 5 miliar per 30 Juni 2026,” jelas Anthony melalui keterangan resmi perusahaan, Senin (21/9).

Selain fokus pada operasional saat ini, perusahaan kini tengah mematangkan pengembangan proyek tambang “super giant” Elang.

Pengembangan tambang Elang diproyeksikan akan memanfaatkan fasilitas terintegrasi yang sudah ada di Batu Hijau, termasuk smelter dan infrastruktur pendukung lainnya.

Manajemen menargetkan Final Investment Decision (FID) untuk proyek tersebut dapat dilakukan pada tahun 2027 mendatang.

Amman Mineral juga telah memperpanjang umur operasional tambang Batu Hijau hingga 2031/2032 dengan estimasi pengolahan stockpile berlanjut hingga 2034.

Untuk target jangka pendek, perusahaan menaikkan panduan produksi emas dalam konsentrat tahun 2026 menjadi 775.000 ons.

Strategi ke depan akan difokuskan pada penguatan neraca keuangan, disiplin biaya, serta stabilisasi kinerja smelter yang baru saja mencatatkan rekor produksi pada Juli dan Agustus 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar