Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2026), dengan koreksi tipis sebesar 31,4 poin atau melemah 0,47% ke posisi 6.636,47.
Kendati mengalami tekanan jual pada penutupan perdagangan kemarin, performa indeks secara akumulatif dalam periode satu pekan terakhir masih mencatatkan tren positif.
Data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa IHSG berhasil membukukan penguatan sebesar 1,82% selama kurun waktu lima hari perdagangan terakhir.
Dinamika pasar sepanjang pekan ini didominasi oleh arus modal masuk dari investor asing yang cukup masif ke pasar saham domestik.
Aksi beli bersih atau net buy asing tercatat mencapai Rp 1,85 triliun di seluruh pasar selama periode sepekan tersebut.
Dominasi investor asing tampak jelas pada minat mereka terhadap saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps, khususnya di sektor perbankan.
Sektor perbankan yang sebelumnya mengalami tekanan jual, kini kembali menjadi sasaran utama akumulasi investor asing.
Empat bank besar atau the big four perbankan nasional menempati urutan teratas dalam daftar saham yang paling banyak diburu asing sepanjang pekan ini.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin daftar dengan catatan net buy mencapai Rp 1,41 triliun.
Di posisi kedua, Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan beli bersih oleh asing sebesar Rp 1,2 triliun.
Selanjutnya, Bank Mandiri (BMRI) menyusul dengan nilai net buy sebesar Rp 1,01 triliun.
Bank Negara Indonesia (BBNI) juga menarik minat asing dengan total beli bersih mencapai Rp 261,39 miliar.
Selain sektor perbankan, investor asing juga terlihat melakukan diversifikasi portofolio ke beberapa emiten lainnya di luar sektor keuangan.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp 238,84 miliar.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berada di urutan berikutnya dengan net buy sebesar Rp 168,05 miliar.
Saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) turut mencatatkan beli bersih asing senilai Rp 147,58 miliar.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyusul dengan nilai sebesar Rp 126,94 miliar.
Melengkapi daftar 10 besar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing mencatatkan net buy asing sebesar Rp 93,49 miliar dan Rp 84,23 miliar.
Aktivitas beli bersih yang mencapai Rp 9,17 triliun di seluruh pasar selama sepekan menjadi indikator optimisme investor asing terhadap fundamental pasar modal Indonesia.
Meskipun pada perdagangan hari Jumat terdapat sentimen negatif yang memicu penurunan indeks, akumulasi modal asing yang besar memberikan bantalan kuat bagi pergerakan IHSG.
Para pelaku pasar kini tengah memantau apakah tren beli bersih ini akan berlanjut pada awal pekan depan, mengingat adanya dinamika pasar yang fluktuatif.
Data transaksi menunjukkan bahwa investor cenderung melakukan aksi beli pada saham-saham yang sebelumnya sempat dikoreksi oleh pasar.
Kondisi ini mencerminkan strategi buy on weakness yang diterapkan investor institusi asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.
Stabilitas sektor perbankan nasional dinilai masih menjadi penopang utama daya tarik pasar modal bagi pemodal internasional.



















