Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan terakhir bulan Juli 2026 dengan catatan positif di zona hijau.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business pada Jumat (31/7/2026), IHSG ditutup menguat sebesar 0,80% atau setara dengan 49,76 poin.
Posisi indeks kini bertengger di level 6.236,12.
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks terpantau stabil di area positif dengan rentang fluktuasi antara 6.201 hingga 6.236.
Meski performa indeks utama menunjukkan tren penguatan, dinamika pasar saham domestik masih diwarnai oleh aksi lepas aset oleh investor asing.
Data menunjukkan bahwa investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 250,53 miliar di seluruh pasar pada perdagangan hari ini.
Secara kumulatif mingguan, IHSG membukukan performa yang cukup solid dengan kenaikan sebesar 3,44% pada pekan terakhir Juli 2026.
Pencapaian ini menjadi penutup bulan yang cukup optimis bagi pasar modal Indonesia setelah sempat menghadapi periode tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Lonjakan indeks pada hari ini ditopang oleh penguatan di mayoritas sektor yang melantai di bursa.
Sektor barang baku tercatat memimpin kenaikan dengan apresiasi sebesar 2,54%.
Sektor kesehatan mengekor di posisi kedua dengan penguatan sebesar 2,43%.
Selanjutnya, sektor teknologi mencatatkan kenaikan 2,23%, diikuti sektor barang konsumer nonprimer sebesar 1,95%.
Sektor properti dan real estat turut memberikan kontribusi dengan kenaikan 1,52%, serta sektor perindustrian yang menguat 1,20%.
Aktivitas perdagangan domestik berlangsung cukup likuid dengan total volume transaksi mencapai 32,06 miliar saham.
Nilai transaksi harian tercatat cukup tinggi, menembus angka Rp 17,96 triliun.
Secara keseluruhan, sebanyak 437 saham ditutup menguat, sementara 193 saham mengalami pelemahan, dan 159 saham lainnya berakhir stagnan.
Di tengah optimisme pasar, arus keluar dana asing masih mendominasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Beberapa emiten yang mencatatkan net sell terbesar oleh investor asing hari ini meliputi PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dengan nilai Rp 160,48 miliar.
Berikutnya adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan nilai Rp 106,42 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 100,4 miliar.
Emiten lain yang turut dilepas asing adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 72,4 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 71,73 miliar.
Daftar tersebut dilengkapi oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan Rp 33,82 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 29,3 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp 22,69 miliar.
Dua posisi terakhir dalam daftar net sell asing diisi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 19,02 miliar dan PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai Rp 18,25 miliar.
Kombinasi antara sentimen global dan rilis kinerja emiten sepanjang kuartal ini menjadi faktor penggerak utama bagi pergerakan indeks di akhir bulan Juli.






















