Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan akhir pekan dengan catatan positif pada Jumat (28/8/2026).
Data perdagangan menunjukkan indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut menguat 12,91 poin atau naik 0,2 persen ke posisi 6.534,66 pada pukul 09.08 WIB.
Tren penguatan ini didorong oleh dominasi kinerja positif dari mayoritas indeks sektoral yang melantai di bursa.
Sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan lonjakan kenaikan paling signifikan sebesar 0,66 persen.
Sentimen positif juga merambat ke berbagai sektor pendukung lainnya di pasar modal.
Indeks Sektor Barang Konsumen Primer serta Sektor Keuangan terpantau mencatatkan kinerja yang cukup solid.
Pergerakan serupa juga ditunjukkan oleh IDX Sektor Transportasi dan Logistik di awal sesi perdagangan pagi ini.
Dukungan terhadap laju IHSG turut diberikan oleh sektor properti, real estate, teknologi, serta sektor barang konsumen non-primer.
Di sisi lain, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum hijau di tengah volatilitas pasar.
IDX Sektor Kesehatan menjadi sektor dengan tekanan jual paling dalam, yakni mengalami koreksi sebesar 1,32 persen.
Kondisi serupa dialami oleh sektor perindustrian yang ikut tertekan di zona merah.
Selain itu, sektor barang baku dan sektor infrastruktur juga mencatatkan pelemahan pada awal transaksi hari ini.
Kinerja pasar saham domestik ini beriringan dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang terpantau menguat tipis ke level Rp17.729 per dolar Amerika Serikat.
Sementara itu, dinamika pasar regional Asia pagi ini terpantau bergerak variatif atau mixed.
Investor kini tengah mencermati pergerakan saham-saham dalam indeks LQ45 yang menjadi tolok ukur likuiditas pasar.
Emiten PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan harga mencapai 4 persen.
Perusahaan tambang lainnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), turut menguat sebesar 1,27 persen.
Sektor perbankan juga memberikan kontribusi positif melalui kenaikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 1,27 persen.
Sebaliknya, tekanan jual melanda sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam daftar top losers.
Saham PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan penurunan paling dalam di kelompok LQ45, yakni sebesar 2,3 persen.
Koreksi juga menyasar saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang tergerus 1,33 persen.
Selain itu, PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) turut melemah 0,88 persen pada awal perdagangan pagi ini.
Secara keseluruhan, pasar masih menunjukkan sikap hati-hati di tengah fluktuasi harga komoditas dan sentimen makroekonomi global yang memengaruhi sektor energi dan kesehatan secara kontras.


















