Tangerang – Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/5/2026). Bea Cukai memberikan fasilitas rush handling untuk mempercepat proses pemulangan.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, memastikan proses kepabeanan dilakukan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.
Rush handling adalah fasilitas Bea Cukai untuk mempercepat pengeluaran barang impor mendesak, termasuk jenazah.
Layanan ini diatur dalam PMK Nomor 26 Tahun 2024, memungkinkan barang dikeluarkan tanpa menunggu dokumen lengkap.
Budi menjelaskan, mekanisme ini membantu penanganan cepat, seperti pemulangan jenazah dari luar negeri.
Dalam rush handling, pemohon cukup menyampaikan permohonan, dokumen pelengkap, dan jaminan.
Bea Cukai juga memberikan fleksibilitas terkait pembebasan bea masuk dan pajak impor.
“Kami memberikan fleksibilitas sesuai regulasi, sehingga proses dapat berjalan cepat tanpa mengabaikan aspek kepatuhan,” kata Budi.
Koordinasi antara Bea Cukai, TNI, dan pihak terkait memastikan kelancaran pemulangan jenazah.
Setelah penyemayaman dan pelepasan yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, jenazah diberangkatkan ke daerah asal dengan pesawat TNI AU.
Bea Cukai memastikan keberangkatan berjalan lancar melalui pelayanan dan pengawasan optimal.
Budi menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit.
“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.





















