BI Terima REPO SMF: Langkah Bersejarah Stabilkan Pasar Keuangan

persen

Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan segera mencatatkan sejarah baru dalam peta kebijakan moneternya. Untuk pertama kalinya, BI menerima obligasi korporasi yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sebagai aset dasar (underlying) transaksi Repurchase Agreement (REPO) khusus untuk sektor perumahan. Terobosan ini, yang diumumkan pada Kamis (20/11/2025), menandai perluasan instrumen kebijakan BI di luar Surat Berharga Negara (SBN).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebutkan bahwa penerimaan obligasi SMF ini merupakan sebuah inovasi besar. “Ini adalah suatu korporasi yang pertama yang bisa berkonsepsi langsung dengan Bank Indonesia,” ungkap Destry dalam acara pengenalan surat utang REPO SMF di Kantor Kementerian Keuangan.

Destry menjelaskan, meskipun SMF berasal dari entitas pemerintah, obligasinya secara inheren adalah obligasi korporasi. Selama ini, BI hanya menerima SBN sebagai underlying transaksi REPO, menjadikan langkah ini sangat spesial dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Langkah ini didasari oleh Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). UU tersebut memperluas kapasitas BI dalam penyebaran kebijakan moneter dengan memungkinkan transaksi jual beli atau REPO tidak hanya menggunakan SBN atau Surat Berharga Ritel (SBR), tetapi juga surat berharga berkualitas lainnya.

Sebelumnya, bank-bank yang membutuhkan dana dari BI melalui transaksi REPO hanya dapat menggunakan SBN atau SBR sebagai jaminan. Namun, dengan adanya UU P2SK, BI kini memiliki fleksibilitas untuk menerima instrumen lain, asalkan memenuhi kriteria kualitas tertentu.

BI menegaskan bahwa kriteria kualitas surat berharga yang diterima masih mengacu pada peringkat bank. Obligasi REPO SMF ini sendiri telah resmi diterbitkan dan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 299 miliar, menunjukkan kepercayaan terhadap instrumen baru ini.

Sebagai informasi, penetapan surat utang SMF sebagai underlying transaksi REPO BI berarti bank-bank kini dapat memperoleh pinjaman dari BI dengan menggunakan obligasi korporasi SMF sebagai jaminan. Ini membuka saluran pendanaan baru bagi sektor perbankan dan diharapkan dapat mendukung sektor perumahan secara lebih luas.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar